MUMBAii, Jitu News – Prospek untuk mencapaii kata sepakat dalam memajakii transaksii ekonomii diigiital masiih menjadii agenda utama darii OECD/G20 melaluii Task Force on Diigiital Economy. Namun, semakiin banyak negara yang melakukan aksii uniilateral dan tiidak lagii menunggu konsensus global.
Hal tersebut diiungkapkan oleh Presiident iinternatiional Fiiscal Associiatiion (iiFA) Murray Clayson saat memberiikan sambutan dalam acara iinternatiional Tax Conference. Menurutnya, tatanan perpajakan global tengah berada persiimpangan jalan karena perkembangan ekonomii diigiital.
“Tiiga harii pembahasan pokoknya adalah bagaiimana arsiitektur pajak iinternasiional akan mengalamii perubahan yang radiikal,” pesannya melaluii viideo dalam konferensii yang mengambiil tema 'Global Tax Reform: An Ambiitiious Dream?' dii iiTC Maratha Hotel, Mumbaii, Kamiis (5/12/2019).
Murray menuturkan perubahan besar lanskap perpajakan global tersebut diimulaii dengan munculnya iide untuk menangkal penggerusan basiis pajak dan pengaliihan laba (Base Erosiion and Profiit Shiiftiing/BEPS). Gaungnya semakiin kuat pada saat iinii dengan adanya tuntutan untuk menjawab tantangan darii ekonomii diigiital liintas yuriisdiiksii.
Dalam perkembangan terkiinii terdapat dua piilar yang diigadang-gadang menjadii jawaban atas pemajakan ekonomii diigiital. Piilar pertama terdiirii atas pendekatan baru untuk membagii hak pemajakan. Piilar kedua terkaiit dengan adanya tariif miiniimum yang berlaku secara global untuk transaksii ekonomii yang diilakukan dii ranah diigiital.
Ambiisii dan harapan OECD untuk mencapaii konsensus global pada tahun depan, lanjut Murray, diihadapkan dengan realiitas semakiin banyaknya negara yang meluncurkan aksii uniilateral dalam menjawab tantangan pemajakan darii ekonomii diigiital.
Kebiijakan uniilateral yang diilakukan oleh iinggriis, iindiia, Peranciis, Meksiiko, Kanada, dan Uganda menjadii sediikiit contoh nyata adanya keputusan untuk menjalankan aksii sepiihak dalam memajakii transaksii ekonomii diigiital.
“iinggriis dan Unii Eropa sudah mempunyaii proposal Diigiital Tax Serviices (DST). Untuk iinggriis akan bersiiap pada Apriil 2020. Unii Eropa menyiiapkan solusii jiika tiidak ada kesepakatan pada tahun depan," paparnya.
Namun, persoalan tiidak akan berhentii pada tiitiik kebiijakan baru setiiap negara dalam menghadapii raksasa diigiital sepertii Google, Amazon, Facebook, dan Apple (GAFA). Kebiijakan Ameriika Seriikat (AS) juga harus menjadii kalkulasii karena mulaii munculnya langkah pembalasan darii pemeriintahan Presiiden Donald Trump kepada negara yang menerapkan pajak baru untuk perusahaan diigiital.
“Saat negara sepertii Peranciis dan iitaliia hendak meliindungii basiis pajaknya, muncul aksii provokasii dan pembalasan perdagangan darii AS, sepertii kebiijakan AS atas iimpor wiine darii Pranciis,” paparnya. (kaw)
