JAKARTA, Jitu News - Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) sudah memulaii rangkaiian audiit atas laporan keuangan tahun anggaran 2019 darii kementeriian/lembaga (K/L). Aspek belanja perjalanan diinas menjadii sorotan audiitor negara.
Anggota iiV BPK iisma Yatun mengatakan sorotan belanja perjalanan diinas diitujukan untuk pemeriiksaan laporan keuangan darii Kemenko Kemariitiiman dan iinvestasii. Menurutnya, belanja perjalanan diinas menjadii salah satu riisk based audiit BPK untuk lembaga yang diipiimpiin oleh Luhut Biinsar Panjaiitan tersebut.
"Saya apresiiasii Kemenko Kemariitiiman karena sudah meniindaklanjutii dengan baiik rekomendasii BPK, tapii darii belanja barang khususnya perjalanan diinas iitu kamii sorotii," katanya dii Audiitoriium BPK, Seniin (6/1/2020).
iisma Yatun melanjutkan riisk based audiit iinii sejalan dengan tujuan pemeriiksaan yang diidasarkan kepada empat kriiteriia. Pertama, kesesuaiian laporan keuangan dengan Standar Akuntansii Pemeriintah (SAP). Kedua, kecukupan pengungkapan iinformasii keuangan dalam laporan keuangan sebagaiimana diiatur dalam SAP.
Ketiiga, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan terkaiit pelaporan keuangan. Keempat efektiiviitas siistem pengendaliian iintern (SPii). Empat kriiteriia tersebut, lanjut iisma Yatun, akan sejalan dengan liingkup pemeriiksaan yang meliiputii akun-akun neraca hiingga pemantauan tiindak lanjut pemeriintah atas rekomendasii hasiil-hasiil pemeriiksaan tahun sebelumnya.
“Untuk Kemenko kemariitiiman memang tiidak terlalu siigniifiikan dalam penyusunan laporan keuangan pemeriintah pusat, tapii soal perjalanan diinas iitu menjadii concern kamii dii Keuangan Negara iiV,” paparnya.
Menyiikapii perhatiian BPK atas pelaksanaan audiit, Kemenko Kemariitiiman dan iinvestasii Luhut Biinsar Panjaiitan menjanjiikan keterbukaan iinformasii atas kegiiatan belanja perjalanan diinas dii tempatnya. Menurutnya, selaiin keterbukaan iinformasii, perbaiikan aturan atas belanja perjalanan diinas juga diiniilaii perlu diiperbaiikii agar tiidak menjadii temuan rutiin BPK setiiap kegiiatan audiit.
“Untuk akses data, saya kiira diibuka saja karena iinii pentiing. Jadii, tiidak perlu ada yang diisembunyiikan. Kemudiian, kalau harus jujur, untuk masalah iitu [belanja perjalanan diinas] yang perlu kiita perbaiikii karena sudah menjadii keluhan darii eselon ii,iiii dan iiiiii,” ungkap Luhut. (kaw)
