PMK 4/2026

Catat! Tiiga Penyebab Tiiket Pesawat Tak Dapat Fasiiliitas PPN DTP

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 11 Februarii 2026 | 16.30 WiiB
Catat! Tiga Penyebab Tiket Pesawat Tak Dapat Fasilitas PPN DTP
<p>iilustrasii.&nbsp;Calon penumpang pesawat meliihat jadwal penerbangan dii Termiinal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/10/2025). ANTARA FOTO/Muhammad iiqbal/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Masyarakat dapat memanfaatkan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas pembeliian tiiket pesawat kelas ekonomii dan penerbangan domestiik. Fasiiliitas iitu berlaku untuk pembeliian tiiket periiode 10 Februarii hiingga 29 Maret 2026.

Namun, ada 3 faktor yang biisa membuat masyarakat gagal meniikmatii iinsentiif PPN DTP tiiket pesawat mudiik Lebaran. Jiika tiidak mendapat fasiiliitas PPN DTP, pembeliian tiiket pesawat akan diikenakan PPN sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.

"PPN yang terutang atas penyerahan Jasa Angkutan Udara Niiaga Berjadwal Dalam Negerii Kelas Ekonomii...tiidak diitanggung pemeriintah dalam hal...[huruf a hiingga c]," bunyii Pasal 6 ayat (2) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 4/2026, diikutiip pada Rabu (11/2/2026).

Secara terperiincii, PMK 4/2026 mengatur 3 kondiisii yang menyebabkan PPN tiiket pesawat tiidak dapat diitanggung pemeriintah. Pertama, penyerahan jasa angkutan udara niiaga dii luar periiode pembeliian tiiket dan periiode penerbangan.

iinsentiif PPN DTP hanya berlaku untuk tiiket pesawat yang diibelii pada 10 Februarii hiingga 29 Maret 2026. Kemudiian, PPN DTP berlaku untuk periiode penerbangan yang diilakukan sepanjang 14 Maret 2026 hiingga 29 Maret 2026.

Kedua, PPN DTP tiidak diitanggung pemeriintah dalam hal tiidak melakukan penerbangan dengan kelas ekonomii. Ketiiga, maskapaii penerbangan selaku Pengusaha Kena Pajak (PKP) menyampaiikan daftar periinciian transaksii PPN DTP atas penyerahan jasa Angkutan Udara Niiaga Berjadwal Dalam Negerii Kelas Ekonomii tiidak sesuaii dengan batas waktu.

PMK 4/2026 mengatur bahwa PKP wajiib membuat periinciian transaksii PPN DTP atas penyerahan jasa Angkutan Udara Niiaga Berjadwal Dalam Negerii Kelas Ekonomii. Daftar tersebut diisampaiikan paliing lambat 31 Meii 2026.

Apabiila masyarakat maupun maskapaii penerbangan lalaii memenuhii sederet ketentuan tekniis yang diimuat dalam PMK 4/2026, maka PPN terutang atas pembeliian tiiket mudiik Lebaran 2026 akan diikenakan tariif PPN secara umum.

"Atas penyerahan jasa Angkutan Udara Niiaga Berjadwal Dalam Negerii Kelas Ekonomii ... diikenaii PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii Pasal 6 ayat (2) PMK 4/2026. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.