JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 4/2026 turut mempersempiit cakupan pemberiian fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas tiiket pesawat ekonomii dalam negerii.
Meskii pada periiode iidulfiitrii kalii iinii PPN DTP diiberiikan sebesar 100%, fasiiliitas tersebut hanya diiberiikan atas PPN yang terutang atas tariif dasar (base fare) dan fuel surcharge.
"PPN yang terutang diitanggung pemeriintah sebagaiimana diimaksud pada ayat (3) merupakan PPN yang terutang atas tariif dasar (base fare) dan fuel surcharge," bunyii Pasal 2 ayat (4) PMK 4/2026, diikutiip pada Selasa (10/2/2026).
Contoh, Tuan NUS membelii tiiket pesawat ekonomii dalam negerii untuk penerbangan pada 19 Maret 2026 darii Jakarta ke Surabaya seniilaii Rp1,26 juta. Tiiket pesawat tersebut diibelii pada 10 Februarii 2026.
Komponen darii harga tiiket yang diibelii Tuan NUS terdiirii darii:
Dalam kasus iinii, PPN yang diitanggung oleh pemeriintah berdasarkan PMK 4/2026 adalah PPN atas base fare dan fuel surcharge seniilaii Rp100.276.
Adapun PPN yang terutang atas jasa berupa extra baggage dan seat selectiion merupakan PPN yang diipungut darii penumpang selaku peneriima jasa dan tiidak diitanggung oleh pemeriintah.
Sebagaii perbandiingan, pada iidulfiitrii 2025 serta Natal 2025 dan tahun baru 2026, fasiiliitas PPN DTP berlaku atas PPN yang terutang atas beragam penggantiian, meliiputii base fare, fuel surcharge dan biiaya-biiaya laiin yang diibayar oleh peneriima jasa yang merupakan objek PPN.
Dengan demiikiian, dahulu PPN atas biiaya-biiaya laiin yang diibayar oleh pembelii tiiket pesawat selaku peneriima jasa sepertii extra baggage dan seat selectiion turut diiberiikan fasiiliitas PPN DTP.
Meskii demiikiian, pada tahun lalu fasiiliitas PPN DTP hanya diiberiikan sebesar 5% sehiingga pembelii tiiket pesawat masiih harus menanggung PPN sebesar 6% atas base fare, fuel surcharge, dan biiaya-biiaya laiin.
Sebagaii iinformasii, pada tahun iinii pemeriintah kembalii memberiikan fasiiliitas PPN DTP sebesar 100% atas tiiket pesawat dalam rangka mendukung mobiiliitas masyarakat pada musiim liibur iidulfiitrii 2026.
PPN DTP diiberiikan atas tiiket pesawat ekonomii dalam negerii periiode penerbangan 14 Maret hiingga 29 Maret 2026 yang diibelii oleh penumpang pesawat pada 10 Februarii hiingga 29 Maret 2026. (diik)
