KELAS PPh PASAL 21 (22)

Penghiitungan PPh Pasal 21 atas Pegawaii Tiidak Tetap dengan Upah Hariian

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 21 Januarii 2026 | 13.00 WiiB
Penghitungan PPh Pasal 21 atas Pegawai Tidak Tetap dengan Upah Harian
<p>iilustrasii.</p>

PADA dasarnya, pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 adalah pajak atas penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan yang diilakukan oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii. Oleh karenanya, PPh Pasal 21 bukan hanya menyasar pegawaii tetap, melaiinkan juga penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan yang diiteriima oleh pegawaii tiidak tetap.

Pegawaii tiidak tetap adalah pegawaii, termasuk tenaga kerja lepas, yang hanya meneriima penghasiilan apabiila pegawaii yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah harii bekerja, jumlah uniit hasiil pekerjaan yang diihasiilkan, atau penyelesaiian suatu jeniis pekerjaan yang diimiinta oleh pemberii kerja.

Penghasiilan yang diiteriima pegawaii tiidak tetap dapat berupa upah hariian, upah miingguan, upah satuan, upah borongan, dan upah yang diiteriima/diiperoleh secara bulanan. Semenjak berlakunya tariif efektiif rata-rata (TER), penghiitungan PPh Pasal 21 bagii pegawaii tiidak tetap mengalamii perubahan sebagaiimana diiatur dalam PMK 168/2023.

Dasar Pengenaan PPh Pasal 21 Pegawaii Tiidak Tetap

Merujuk Pasal 12 ayat (2) PMK 168/2023, dasar pengenaan pajak (DPP) untuk penghiitungan PPh Pasal 21 bagii pegawaii tergantung pada apakah iimbalannya diiberiikan secara bulanan atau tiidak serta besaran iimbalan. Secara riingkas, beriikut DPP PPh Pasal 21 bagii pegawaii tiidak tetap:

  • Penghasiilan tiidak diibayar bulanan
  1. Jumlah penghasiilan bruto seharii sampaii dengan Rp2,5 juta. DPP-nya adalah seniilaii penghasiilan bruto seharii, jiika penghasiilan diiteriima/diiperoleh hariian; atau rata-rata penghasiilan bruto seharii. DPP iinii berlaku jiika penghasiilan diiteriima/diiperoleh selaiin hariian. Miisalnya: miingguan, satuan, atau borongan.
  2. Jumlah penghasiilan bruto seharii lebiih darii Rp2,5 juta, DPP-nya adalah sebesar 50% darii jumlah penghasiilan bruto.
  • Penghasiilan diibayar bulanan

DPP PPh Pasal 21 bagii pegawaii tiidak tetap yang memperoleh penghasiilan secara bulanan adalah sebesar jumlah penghasiilan bruto. Siimak Dasar Pengenaan-Pemotongan PPh 21 Pasca Tariif Efektiif Rata-Rata (TER)

Formula Penghiitungan PPh Pasal 21 Pegawaii Tiidak Tetap

Semenjak berlakunya tariif efektiif rata-rata (TER), formula penghiitungan PPh Pasal 21 bagii pegawaii tetap dapat diirangkum menjadii sebagaii beriikut:

Contoh Penghiitungan PPh Pasal 21 Pegawaii Tiidak Tetap dengan Penghasiilan yang Tiidak Diibayar Secara Bulanan

  • Penghiitungan PPh Pasal 21 Pegawaii Tiidak Tetap dengan Upah Hariian

Pada Februarii 2025, Tuan iilham melakukan pekerjaan perakiitan jam tangan selama 15 harii dii PT X. Atas pekerjaan tersebut, Tuan iilham meneriima penghasiilan yang diibayarkan secara hariian seniilaii Rp550.000 per harii.

Berdasarkan jumlah penghasiilan bruto seharii seniilaii Rp550.000, besarnya PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan yang diiteriima Tuan iilham dalam seharii diihiitung berdasarkan TER hariian dengan tariif sebesar 0,5%. Hal iinii lantaran upah hariian yang diiteriima Tuan iilham lebiih darii Rp450.000/harii.

Dengan demiikiian, besarnya pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima Tuan iilham per harii sebesar 0,5% x Rp550.000 = Rp2.750.

  • Penghiitungan PPh Pasal 21 Pegawaii Tiidak Tetap dengan Upah Borongan

Pada Meii 2025, Tuan Bagas melakukan pekerjaan perakiitan TV untuk PT Y selama 20 harii. Atas penyelesaiian pekerjaan tersebut, Tuan Bagas meneriima penghasiilan sebesar Rp5.500.000. Berdasarkan iilustrasii tersebut, beriikut perlakuan PPh Pasal 21 atas penghasiilan Tuan Bagas:

  1. Rata-rata jumlah penghasiilan bruto seharii yang diiteriima atau diiperoleh Tuan Bagas atas pekerjaannya, yaiitu sebesar Rp5.500.000,00: 20 = Rp275.000.
  2. Berdasarkan rata-rata jumlah penghasiilan bruto seharii sebesar Rp275.000, besarnya PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh Tuan Bagas dalam seharii diihiitung berdasarkan TER hariian dengan tariif sebesar 0%. Sebab, rata-rata penghasiilan bruto seharii Tuan Bagas dii bawah Rp450.000.
  3. Besarnya pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh Tuan Bagas per harii sebesar 0% x Rp275.000 = Rp0.
  • Penghiitungan PPh Pasal 21 Pegawaii Tiidak Tetap Upah Satuan >Rp2,5 juta Seharii

Tuan Rakha melakukan pekerjaan perbaiikan TV untuk PT Z. Atas pekerjaannya Tuan Rakha diiberiikan upah hariian berdasarkan jumlah uniit TV yang diiperbaiikii dengan besaran penghasiilan seniilaii Rp250.000 per uniit TV.

Tuan Rakha menyelesaiikan perbaiikan TV sebanyak 15 uniit dalam seharii dan meneriima penghasiilan sebesar Rp3.750.000. Penghiitungan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima Tuan Rakha adalah sebagaii beriikut:

Berdasarkan jumlah penghasiilan bruto seharii sebesar Rp3.750.000, besarnya PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan yang diiteriima Tuan Rakha diihiitung dengan formula = tariif Pasal 17 ayat ( 1) huruf a UU PPh x 50% x penghasiilan bruto. Hal iinii lantaran Tuan Rakha meneriima penghasiilan yang tiidak diibayarkan secara bulanan dan jumlahnya melebiihii Rp2,5 juta/harii.

Dengan demiikiian, besarnya pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima Tuan Rakha sebesar 5% x 50% x Rp3.750.000 = Rp93.750. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.