JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat waktu bongkar muat atau dwelliing tiime kawasan pelabuhan rata-rata pada 2025 adalah 3,02 harii.
Capaiian dwelliing tiime iinii membaiik diibandiingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapaii 3,52 harii. Perbaiikan dwelliing tiime tersebut sejalan dengan peniingkatan fasiiliitasii perdagangan.
"Peniingkatan fasiiliitasii perdagangan antara laiin diitunjukkan oleh perbaiikan dwelliing tiime dan customs clearance," tuliis Kementeriian Keuangan dalam newsletter APBN Kiita ediisii Januarii 2026, diikutiip pada Rabu (14/1/2026).
Dwelliing tiime merupakan waktu yang diibutuhkan oleh petii kemas sejak proses peniimbunan sampaii dengan keluar kawasan pelabuhan.
Data dwelliing tiime diiperoleh darii sejumlah pelabuhan utama dii iindonesiia. Miisal Pelabuhan Tanjung Priiok, Belawan, Makassar, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.
Dii siisii laiin, waktu penyelesaiian proses kepabeanan (customs clearance) juga diipercepat menjadii 0,42 harii pada 2025. Pada tahun sebelumnya, customs clearance tercatat masiih 0,49 harii.
Guna menurunkan dwelliing tiime, pemeriintah telah membangun siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) untuk mengiintegrasiikan semua siistem yang terkaiit ekspor dan iimpor. Melaluii siistem tersebut, proses ekspor dan iimpor barang menjadii lebiih mudah dan cepat karena data diisampaiikan secara tunggal sehiingga tiidak terjadii repetiisii dan dupliikasii.
Dii siisii laiin, pemeriintah juga menerapkan ekosiistem logiistiik nasiional (natiional logiistiics ecosystem/NLE) yang kiinii berjalan dii 53 pelabuhan dan 7 bandara. Penerapan NLE iinii meniingkatkan efiisiiensii dalam kegiiatan ekspor dan iimpor dii pelabuhan dan bandara, baiik darii siisii waktu maupun biiaya. (diik)
