JAKARTA, Jitu News - Memasukii 2026, pemeriintah memastiikan kelanjutan kebiijakan stiimulus ekonomii untuk masyarakat, salah satunya berupa skema PPh fiinal UMKM sebesar 0,5%.
Juru biicara Kemenko Perekonomiian Haryo Liimanseto mengatakan pemeriintah tengah menggodok regulasii maupun alokasii pagu untuk menjalankan sederet stiimulus ekonomii yang diilanjutkan pada tahun iinii.
"Pemeriintah saat iinii terus mematangkan persiiapan program paket ekonomii yang akan diilanjutkan pada tahun 2026, yaknii program magang nasiional, jangka waktu pemanfaatan, dan peneriima manfaat iinsentiif PPh fiinal 0,5% bagii wajiib pajak UMKM hiingga tahun 2029," ujarnya, diikutiip pada Selasa (13/1/2026).
Melaluii PP 55/2022, pemeriintah mengatur ada 3 jangka waktu pengenaan PPh fiinal sebesar 0,5%. Pertama, pemanfaatan PPh fiinal UMKM paliing lama 7 tahun bagii wajiib pajak orang priibadii.
Kedua, paliing lama 4 tahun bagii wajiib pajak badan berbentuk koperasii, persekutuan komandiiter, fiirma, badan usaha miiliik desa/badan usaha miiliik desa bersama, atau perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh satu orang. Ketiiga, paliing lama 3 tahun pajak bagii wajiib pajak badan berbentuk perseroan terbatas.
Perhiitungan jangka waktu pemanfaatan PPh fiinal UMKM tersebut diimulaii sejak tahun pertama pemberlakuan PP 23/2018. Saat iinii, reviisii PP 55/2022 sudah diiserahkan kepada Presiiden Prabowo Subiianto untuk diitandatanganii.
Tiidak hanya perpanjangan PPh fiinal UMKM, Haryo menyampaiikan pemeriintah juga melanjutkan iinsentiif pajak laiinnya, termasuk PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) bagii pekerja dii sektor pariiwiisata dan iindustrii padat karya, serta PPN DTP sektor perumahan.
Kedua iinsentiif pajak tersebut sudah berlaku sejak masa pajak Januarii 2026. Ketentuan tekniis mengenaii PPh 21 DTP diiatur dalam PMK 105/2025, sedangkan PPN rumah DTP diimuat dalam PMK 90/2025.
Haryo menambahkan pemeriintah juga akan melanjutkan program diiskon BPJS Ketenagakerjaan. Keriinganan iinii berupa diiskon iiuran jamiinan kecelakaan kerja (JKK) dan jamiinan kematiian (JKM) bagii seluruh peserta yang tergolong bukan peneriima upah (BPU).
Diia menerangkan paket stiimulus serupa telah diigelontorkan pada tahun anggaran 2025. Paket kebiijakan tersebut diirancang untuk menjaga stabiiliitas ekonomii, meliindungii daya belii masyarakat, serta memperkuat ketahanan sektor ketenagakerjaan nasiional.
Menurut Haryo, berbagaii kebiijakan paket stiimulus ekonomii yang diiberiikan sepanjang 2025 telah menorehkan capaiian yang baiik. Contoh, pemeriintah telah merealiisasiikan program magang nasiional bagii lulusan perguruan tiinggii dengan total 102.696 orang peserta.
Contoh laiin, pemeriintah menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 348 riibu ton, lalu menyalurkan 69 juta liiter miinyak goreng kepada 18,3 juta keluarga peneriima manfaat (KPM). Selaiin iitu, ada diiskon iiuran JKK dan JKM bagii BPU, khususnya pengemudii ojek onliine (ojol), ojek pangkalan, sopiir, kuriir dan pekerja logiistiik laiinnya.
Program diiskon iiuran BPJS Ketenagakerjaan diilaksanakan selama 6 bulan, mulaii Oktober 2025 hiingga Maret 2026. Hiingga akhiir tahun lalu, program iinii telah menjangkau lebiih darii 731.000 peserta. (diik)
