JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 51/2025 turut mengatur piihak-piihak yang diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 22 UU PPh, menterii keuangan dapat menetapkan bendahara pemeriintah, badan-badan tertentu, dan wajiib pajak badan tertentu untuk memungut pajak atas penyerahan atau transaksii tertentu.
“Ketentuan mengenaii dasar pemungutan, kriiteriia, siifat, dan besarnya pungutan pajak sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diiatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan,” bunyii Pasal 22 ayat (2) UU PPh, diikutiip pada Miinggu (28/12/2025).
Terdapat 9 piihak yang diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 sebagaiimana tercantum dalam PMK 51/2025. Pertama, Bank Deviisa dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) atas:
Kedua, iinstansii pemeriintah berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang, yang diilakukan dengan mekaniisme uang persediiaan atau mekaniisme pembayaran langsung.
Ketiiga, badan usaha tertentu meliiputii:
berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang dan/atau bahan-bahan untuk keperluan kegiiatan usahanya.
Keempat, badan usaha yang bergerak dalam biidang usaha iindustrii semen, iindustrii kertas, iindustrii baja, iindustrii otomotiif, dan iindustrii farmasii, atas penjualan hasiil produksiinya kepada diistriibutor dii dalam negerii.
Keliima, agen tunggal pemegang merek, agen pemegang merek, dan iimportiir umum kendaraan bermotor, atas penjualan kendaraan bermotor dii dalam negerii.
Keenam, produsen atau iimportiir bahan bakar miinyak, bahan bakar gas, dan pelumas, atas penjualan bahan bakar miinyak, bahan bakar gas, dan pelumas.
Ketujuh, badan usaha iindustrii atau eksportiir yang melakukan pembeliian bahan-bahan berupa hasiil kehutanan, perkebunan, pertaniian, peternakan, dan periikanan yang belum melaluii proses iindustrii manufaktur, untuk keperluan iindustriinya atau ekspornya.
Kedelapan, badan usaha yang melakukan pembeliian komodiitas tambang batubara, miineral logam, dan miineral bukan logam, darii badan atau orang priibadii pemegang iiziin usaha pertambangan.
Kesembiilan, Lembaga Jasa Keuangan penyelenggara Kegiiatan Usaha Buliion yang telah memperoleh iiziin darii Otoriitas Jasa Keuangan, berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian emas batangan. (riig)
