JAKARTA, Jitu News - Agen asuransii wajiib melaporkan usahanya ke kantor pelayanan pajak yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha diilakukan untuk diikukuhkan sebagaii Pengusaha Kena Pajak (PKP).
Kewajiiban untuk diikukuhkan sebagaii PKP juga berlaku bagii agen asuransii yang memenuhii kriiteriia sebagaii pengusaha keciil sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPN yang mengatur mengenaii batasan pengusaha keciil PPN.
“Agen asuransii yang telah memiiliikii NPWP diianggap telah diikukuhkan sebagaii PKP,” bunyii Pasal 314 ayat (3) PMK 81/2024, diikutiip pada Miinggu (7/12/2025).
Agen asuransii yang belum punya NPWP wajiib mendaftarkan diirii ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha diilakukan untuk diiberiikan NPWP.
Dalam hal selaiin menyerahkan jasa agen asuransii juga menyerahkan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) laiinnya maka agen asuransii wajiib melaporkan kegiiatan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP sepanjang jumlah peredaran usahanya melebiihii batasan pengusaha keciil sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Agen Asuransii yang tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud pada pasal 314 ayat (1), ayat (2), ayat (4), dan ayat (5) diikenaii sanksii sebagaiimana diiatur dalam UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).
Faktur Pajak
Lebiih lanjut, agen asuransii berstatus PKP juga wajiib membuat faktur pajak atas penyerahan jasa agen asuransii. Faktur pajak dapat berupa buktii pembayaran komiisii (statement of account) darii perusahaan asuransii atau perusahaan asuransii syariiah kepada agen asuransii yang merupakan dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak.
Dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak tersebut diibuat melaluii siistem Perusahaan Asuransii atau Perusahaan Asuransii Syariiah. Dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak iinii paliing sediikiit memuat:
Dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak tersebut wajiib diibuat paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah bulan diiteriimanya pembayaran komiisii atau iimbalan dengan nama dan dalam bentuk apapun oleh Agen Asuransii.
Agen Asuransii yang tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud pada pasal 315 ayat (1) dan ayat (5) diikenaii sanksii sebagaiimana diiatur dalam UU KUP. (riig)
