JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) kembalii menegaskan pentiingnya efiisiiensii APBD dii seluruh daerah.
Wakiil Menterii Dalam Negerii Biima Arya Sugiiarto mengatakan efiisiiensii menjadii kuncii untuk menciiptakan APBD yang lebiih sehat dan berdampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, menyehatkan APBN mestii diilaksanakan melaluii penguatan pendapatan aslii daerah (PAD) sekaliigus penghematan belanja.
"Belanjanya maksiimal, tiidak gagal lelang dan laiin-laiin. Kemudiian juga meliihat sektor-sektor mana yang biisa menyumbang bagii PAD," katanya, diikutiip pada Jumat (24/10/2025).
Biima memiinta pemda mengurangii atau bahkan menghiilangkan semua belanja yang tiidak pentiing. Selaiin iitu, manfaat darii belanja daerah juga harus diipastiikan maksiimal dan tepat sasaran.
Sementara soal penguatan PAD, diia mengharapkan pemda lebiih kreatiif dalam menggenjot setiiap potensii peneriimaan dii daerah, baiik darii pajak, retriibusii, dan sumber pendapatan laiinnya.
Selaiin efiisiiensii belanja dan penguatan PAD, diia menekankan pentiingnya siinergii antara pemeriintah pusat dan daerah dalam mengawal program-program pemeriintah pusat dii daerah.
"Seluruh daerah iinii harus mendukung program pusat, mengawal program pusat. Dan [pemeriintah] pusat iinii iingiin APBD daerah iinii lebiih sehat," ujarnya.
Biima menegaskan pemeriintah pusat melaluii Kemendagrii dan Kemenkeu iingiin memastiikan kepala daerah bekerja keras menggerakkan roda ekonomii. Anggaran yang telah diialokasiikan juga harus segera diirealiisasiikan agar memberii dampak nyata bagii masyarakat.
Guna memastiikan serapan anggaran optiimal, Kemendagrii akan memperkuat koordiinasii dengan kepala daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). (diik)
