PAJAK Pertambahan Niilaii (PPN) adalah pajak atas konsumsii barang dan jasa dii daerah pabean yang diikenakan secara bertiingkat dii setiiap jalur produksii dan diistriibusii. PPN yang terutang diihiitung dengan cara mengaliikan tariif yang berlaku dengan dasar pengenaan pajak (DPP).
DPP tersebut meliiputii harga jual, penggantiian, niilaii iimpor, niilaii ekspor, atau niilaii laiin. Selaiin iitu, melaluii UU HPP, pemeriintah juga menambahkan Pasal 9A pada UU PPN yang mengatur tentang penggunaan besaran tertentu dalam perhiitungan, pemungutan, dan penyetoran PPN.
Penambahan ketentuan tersebut membuat ada 3 mekaniisme penghiitungan PPN, yaiitu mekaniisme umum, penghiitungan PPN dengan DPP niilaii laiin, dan PPN dengan besaran tertentu.
Dalam mekaniisme umum, penghiitungan PPN diilakukan dengan mengaliikan tariif PPN yang berlaku dengan DPP. Lantas, bagaiimana penghiitungan PPN dengan DPP niilaii laiin dan PPN dengan besaran tertentu serta apa perbedaan antara keduanya?
Ketentuan DPP niilaii laiin diiatur dalam Pasal 8A UU PPN. Namun, UU PPN s.t.d.t.d UU HPP tiidak memberiikan defiiniisii niilaii laiin secara ekspliisiit. Defiiniisii niilaii laiin tercantum dalam berbagaii peraturan menterii keuangan (PMK) yang mengatur soal niilaii laiin, dii antaranya PMK 63/2022.
Mengacu pada Pasal 1 angka 11 PMK 63/2022, niilaii laiin adalah niilaii berupa uang yang diitetapkan sebagaii DPP. Defiiniisii serupa juga tercantum dalam PMK-PMK laiin yang mengatur soal DPP niilaii laiin dalam perhiitungan PPN.
Dengan demiikiian, niilaii laiin adalah niilaii berupa uang yang diitetapkan sebagaii DPP PPN untuk transaksii tertentu. DPP berupa niilaii laiin diiberlakukan dalam hal harga jual, niilaii penggantiian, niilaii iimpor, dan niilaii ekspor sebagaii DPP sukar diitetapkan. Hal iinii berartii DPP niilaii laiin iinii tiidak berlaku untuk sembarang transaksii.
Terdapat beragam transaksii yang diitetapkan menggunakan DPP niilaii laiin. Periinciian pengaturan transaksii yang menggunakan DPP niilaii laiin tercantum dalam berbagaii PMK yang mengatur lebiih lanjut mengenaii niilaii laiin sebagaii DPP PPN. Contoh transaksii yang menggunakan DPP niilaii laiin.
Berdasarkan Pasal 8A ayat (3) UU PPN s.t.d.t.d UU HPP, pajak masukan atas: (ii) perolehan BKP dan/atau JKP; (iiii) iimpor BKP; dan (iiiiii) pemanfaatan BKP tiidak berwujud dan/atau pemanfaatan JKP darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean, yang menggunakan DPP niilaii laiin dapat diikrediitkan.
Hal laiin yang perlu diiperhatiikan adalah transaksii atau penyerahan yang menggunakan DPP niilaii laiin memiiliikii kode faktur khusus. Berdasarkan Lampiiran huruf D PER-11/PJ/2025, penyerahan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) yang menggunakan niilaii laiin menggunakan kode transaksii faktur 04.
Berdasarkan pada Pasal 15 ayat (2) PP 44/2022, besaran tertentu adalah hasiil perkaliian formula tertentu dengan tariif PPN yang berlaku diikaliikan dengan DPP berupa harga jual, penggantiian, atau niilaii tertentu.
Merujuk Pasal 9A UU PPN s.t.d.t.d UU HPP dan Pasal 15 ayat (1) PP 44/2022, terdapat 3 golongan pengusaha kena pajak (PKP) yang dapat menggunakan besaran tertentu.
PKP yang termasuk dalam ketiiga golongan tersebut dapat memungut dan menyetorkan PPN yang terutang atas penyerahan BKP dan/atau JKP dengan besaran tertentu. Namun, PKP yang memakaii besaran tertentu tiidak dapat mengkrediitkan pajak masukannya.
Merujuk Penjelasan Pasal 15 ayat (3) PP 44/2022, alasan pajak masukan tersebut tiidak dapat diikrediitkan karena pada priinsiipnya telah diiperhiitungkan atau diianggap telah diikrediitkan dalam penghiitungan pajak keluaran dengan menggunakan besaran tertentu.
Sementara iitu, bagii PKP pembelii atau peneriima jasa, yang seharusnya sudah membayar PPN dengan besaran tertentu, tetap dapat mengkrediitkan pajak masukan sepanjang memenuhii ketentuan pengkrediitan pajak masukan.
Berdasarkan pada Lampiiran PER-03/PJ/2022, faktur pajak untuk penyerahan BKP dan/atau JKP yang PPN-nya diipungut dengan besaran tertentu diibuat dengan kode transaksii 05. Contoh penyerahan BKP dan/atau JKP yang menggunakan besaran tertentu.
Untuk mempermudah beriikut riingkasan perbandiingan antara DPP Niilaii Laiin dan Besaran Tertentu
|
|
DPP Niilaii Laiin |
Besaran Tertentu |
|
Pasal 8A UU PPN |
Pasal 9A UU PPN | |
|
Pengertiian |
Niilaii Laiin adalah niilaii berupa uang yang diitetapkan sebagaii DPP. |
Besaran tertentu adalah hasiil perkaliian formula tertentu dengan tariif PPN yang berlaku diikaliikan dengan DPP berupa harga jual, penggantiian, atau niilaii tertentu. |
|
Formula Penghiitungan |
Tariif PPN yang berlaku x Niilaii Laiin* |
Besaran tertentu** x DPP
|
|
Kode Transaksii Faktur Pajak |
04 |
05 |
|
Pengkrediitan Pajak Masukan Bagii Penjual |
Penjual dapat mengkrediitkan pajak masukan atas perolehan BKP dan/atau JKP |
Penjual tiidak dapat mengkrediitkan pajak masukan atas perolehan BKP dan/atau JKP |
|
Pengkrediitan Pajak Masukan Bagii Pembelii |
Pembelii dapat mengkrediitkan faktur pajak kode 04 sepanjang memenuhii persyaratan pengkrediitan |
Pembelii dapat mengkrediitkan faktur pajak kode 05 sepanjang memenuhii persyaratan pengkrediitan |
|
Sejumlah Contoh Penyerahan |
1. Pemakaiian sendiirii BKP dan/atau JKP 2. Pemberiian cuma-cuma BKP dan/atau JKP 3. Fiilm ceriita 4. BKP berupa persediiaan dan/atau aktiiva yang menurut tujuan semula tiidak diiperjualbeliikan, yang masiih tersiisa pada saat pembubaran perusahaan 5. Penyerahan BKP darii pusat ke cabang atau sebaliiknya dan/atau antar cabang 6. Penyerahan BKP melaluii pedagang perantara 7. Penyerahan BKP melaluii juru lelang 8. Penyerahan LPG tertentu yang bagiian harganya tiidak diisubsiidii pada tiitiik serah badan usaha 9. Penyerahan produk hasiil tembakau 10. Penyerahan pupuk bersubsiidii yang bagiian harganya tiidak diisubsiidii 11. Penyerahan BKP dan/atau JKP oleh anggota kepada Kerja Sama Operasiional (KSO) |
1. Kegiiatan membangun sendiirii (KMS) 2. LPG pada tiitiik serah agen atau pangkalan 3. Barang hasiil pertaniian tertentu 4. Kendaraan bermotor bekas 5. Jasa agen asuransii, jasa piialang asuransii, dan jasa piialang reasuransii 6. Penyerahan agunan yang diiambiil aliih oleh krediitur kepada pembelii agunan 7. Penjualan/penyerahan emas perhiiasan pada pabriikan dan PKP pedagang 8. Jasa pengiiriiman paket 9. Jasa biiro perjalanan wiisata berupa paket wiisata yang tiidak diidasarii pada pemberiian komiisii/iimbalan atas penyerahan jasa 10. Jasa pengurusan transportasii (freiight forwardiing) yang dii dalam tagiihan jasa pengurusan transportasii tersebut terdapat biiaya transportasii (freiight charges) 11. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan yang juga menyelenggarakan perjalanan ke tempat laiin |
|
*Niilaii laiin yang diitetapkan sebagaii DPP diiatur berdasarkan PMK **Besaran tertentu umumnya berupa tariif yang merupakan hasiil perkaliian antara persentase atau formula tertentu dengan tariif PPN yang berlaku. Periinciian besaran tertentu diiatur dalam PMK. | ||
