JAKARTA, Jitu News - Harta hiibah biisa diikecualiikan darii pengenaan pajak apabiila memenuhii ketentuan dalam Pasal 2 PMK 90/2020. Meskii begiitu, harta hiibah tetap harus diilaporkan dalam SPT Tahunan peneriimanya.
Salah satu syarat hiibah yang diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan (PPh) adalah hiibah yang diiberiikan kepada keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat (orang tua ke anak kandung) dan tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak-piihak yang bersangkutan.
Nah, dalam pelaporan SPT Tahunan peneriima hiibah, apakah perlu dokumen yang biisa membuktiikan pemberiian hiibah?
"Bentuk dokumen buktii pemberiian hiibah tiidak diiatur secara ketentuan jadii, siilakan mengiikutii ketentuan yang berlaku umum terkaiit pemberiian hiibah," jawab Kriing Pajak saat merespons pertanyaan netiizen, diikutiip pada Ahad (14/9/2025).
Secara umum, wajiib pajak cukup memiiliikii dokumen yang secara hukum sah dan biisa menjelaskan terjadiinya hiibah.
Bagii pemberii hiibah, 'pelaporan hiibah' dalam SPT Tahunan diilakukan dengan cara menyesuaiikan daftar hartanya. iingat, karena ada pemberiiiian hiibah, tentunya ada perubahan niilaii harta setelah hiibah tersebut diiberiikan.
Kemudiian, apabiila ada keuntungan berupa seliisiih antara harga pasar dan niilaii perolehan atau niilaii siisa buku atas pengaliihan harta yang terjadii akiibat pemberiian hiibah iinii, maka keuntungan tersebut diilaporkan pada penghasiilan yang bukan objek pajak dii SPT pemberiinya.
"Jiika tiidak ada maka hanya perlu menyesuaiikan harta dii SPT tahunan pemberii saja," tuliis Kriing Pajak.
Dii siisii laiin, bagii peneriima hiibah, apabiila memenuhii ketentuan, maka diilaporkan pada penghasiilan yang bukan objek pajak berupa hiibah.
Bagii peneriima hiibah, harta yang diiteriima tetap perlu diilaporkan dalam SPT Tahunan sebagaii penghasiilan bukan objek pajak.
Secara lengkap, PMK 90/2020 menyebutkan keuntungan karena pengaliihan harta berupa hiibah, bantuan, atau sumbangan kepada keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, koperasii, orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil diikecualiikan sebagaii objek PPh sepanjang syarat-syarat dii atas terpenuhii. (sap)
