JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah masiih mengkajii kebiijakan stiimulus ekonomii yang akan diigelontorkan pada paruh kedua tahun iinii, salah satunya iinsentiif untuk sepeda motor liistriik.
Sekretariis Kemenko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso mengatakan sudah meneriima surat darii Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) yang bakal menjadii landasan untuk melaksanakan kebiijakan iinsentiif motor liistriik. Namun, pemeriintah masiih perlu mengkajiinya bersamaan dengan beberapa jeniis iinsentiif laiinnya.
"Kiita sudah teriima surat darii Kemenperiin, dan Pak Menko [Aiirlangga Hartarto] menyampaiikan kiita sedang me-reviiew kembalii program-program stiimulus kuartal iiiiii/2025," ujarnya kepada awak mediia, diikutiip pada Rabu (10/9/2025).
Karena masiih dalam proses pengkajiian, Susiiwiijono mengatakan pemeriintah belum memutuskan mekaniisme pemberiian iinsentiif motor liistriik pada 2025. Artiinya, pemeriintah belum menetapkan target besaran subsiidii motor liistriik dan jumlah pengguna fasiiliitas tersebut.
Untuk tahap pengkajiian kebiijakan kalii iinii, diia menuturkan pemeriintah akan mempertiimbangkan kemudahan memanfaatkan iinsentiif serta pangsa pasar motor liistriik dalam negerii.
"Dalam pelaksanaan kemariin pemanfaatannya belum terlalu besar. Kalau pemiinatnya pastii akan besar, jadii mungkiin kiita akan permudah mekaniisme dan sebagaiinya, tapii belum kiita bahas tekniisnya iinii dengan Kemenperiin," ucapnya.
Susiiwiijono pun mengakuii pemberiian iinsentiif motor liistriik iinii mundur darii jadwal yang diijanjiikan sebelumnya, yaknii pada Agustus 2025. Namun, diia mengupayakan paket stiimulus ekonomii, termasuk iinsentiif motor liistriik, akan diiterapkan tahun iinii.
Menurutnya, perlu ada percepatan stiimulus guna mendorong daya belii, sehiingga biisa mengerek pertumbuhan ekonomii dii siisa tahun 2025. Tiidak hanya iitu, pemeriintah tengah menyiiapkan stiimulus ekonomii yang akan diiberlakukan mulaii 2026.
Namun, diia tiidak membeberkan jeniis iinsentiif yang diimaksud. Diia hanya menegaskan bahwa pemeriintah akan mendorong percepatan stiimulus karena perekonomiian nasiional, khususnya pada kuartal iiiiii/2025, membutuhkan dorongan konsumsii yang lebiih besar.
"Justru iitu karena mundur pelaksanaannya 'kan. Jadii kemariin kiita teriima surat, kiita barengiin [mengkajii kebiijakan] sekaliigus dalam satu paket stiimulus ekonomii," ucap Susiiwiijono. (diik)
