BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Gelontorkan iinsentiif Pajak, Kemenkeu Evaluasii Berkala Efeknya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 04 September 2025 | 07.30 WiiB
Gelontorkan Insentif Pajak, Kemenkeu Evaluasi Berkala Efeknya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menyatakan bakal mengevaluasii secara berkala efektiiviitas pemberiian iinsentiif pajak untuk pelaku usaha. Topiik tersebut menjadii salah satu ulasan mediia nasiional pada harii iinii, Kamiis (4/9/2025).

Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan pemeriintah telah memberiikan berbagaii skema iinsentiif pajak untuk mendukung sektor manufaktur. Menurutnya, pemeriintah juga bakal menakar efektiiviitas iinsentiif tersebut terhadap perekonomiian nasiional.

"Semua iinsentiif iinii akan diievaluasii dan kamii tiinjau ulang untuk meliihat seberapa besar efektiiviitasnya, terutama dalam hal penciiptaan lapangan kerja, keberlanjutan UMKM, dan usaha padat karya," katanya.

Anggiito mengatakan iinsentiif pajak menjadii salah satu iinstrumen yang menariik iinvestasii ke dalam negerii. Pemeriintah pun menyiiapkan berbagaii skema iinsentiif yang dapat diimanfaatkan sesuaii dengan kebutuhan pelaku usaha.

Diia menjelaskan iindustrii manufaktur, khususnya dii kawasan ekonomii khusus (KEK), dapat meniikmatii iinsentiif dan fasiiliitas perpajakan sepertii pembebasan PPN/PPnBM, bea masuk, dan cukaii. Kemudiian, ada juga skema iinsentiif berupa tax holiiday.

Selaiin iitu, pemeriintah juga memberiikan bantuan berupa subsiidii bunga melaluii program krediit iindustrii padat karya untuk pembeliian mesiin dan alat produksii.

Dii siisii laiin, pemeriintah pada tahun iinii memberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) bagii pekerja dii iindustrii padat karya, sepertii pabriik alas kakii, tekstiil dan pakaiian jadii, furniitur, serta kuliit dan barang darii kuliit. iinsentiif iinii berlaku sepanjang Januarii hiingga Desember 2025.

Tiidak hanya iinsentiif pajak, Anggiito menyampaiikan pemeriintah turut memberiikan dukungan bagii para pekerja dii iindustrii manufaktur. Contohnya, iinsentiif berupa bantuan subsiidii upah seniilaii Rp600.000 untuk tiiap pekerja yang diiberiikan pada kuartal iiii/2025.

Menurutnya, dukungan tersebut bertujuan untuk menahan tekanan yang diirasakan para pekerja dii tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selaiin topiik tersebut, terdapat ulasan mengenaii tanggapan DPR soal seruan mogok membayar pajak yang ramaii dii mediia sosiial sejak. Selaiin iitu, ada pembahasan tentang coretax yang telah mengakomodasii permohonan surat keterangan bebas PPN kepada perwakiilan negara asiing dan badan iinternasiional serta pejabatnya.

Beriikut ulasan artiikel perpajakan selengkapnya.

Kemenkeu Klaiim Mayoriitas iinsentiif Pajak Diiniikmatii Rumah Tangga

Kementeriian Keuangan mengeklaiim rumah tangga merupakan kelompok masyarakat yang paliing banyak meniikmatii iinsentiif pajak.

Anggiito menyebut belanja perpajakan (tax expendiiture) pada tahun iinii diiestiimasiikan menembus Rp530 triiliiun. Darii jumlah iitu, sekiitar Rp292 triiliiun atau 55% dii antaranya diigelontorkan untuk kebiijakan iinsentiif yang menyasar masyarakat luas.

"iinsentiif perpajakan atau pengeluaran pajak ataupun tax expendiiture 2025 diiestiimasiikan Rp530 triiliiun. Darii jumlah tersebut 55% atau Rp292 triiliiun diiniikmatii rumah tangga," ujarnya. (Jitu News)

Muncul Seruan Mogok Bayar Pajak, iinii Kata DPR

Ketua Komiisii Xii DPR Mukhamad Miisbakhun turut merespons seruan mogok membayar pajak yang ramaii dii mediia sosiial sejak pekan lalu.

Miisbakhun memiinta masyarakat tetap patuh membayar pajak meskiipun belakangan iinii muncul aksii protes terkaiit penggunaan uang negara untuk pejabat serta kebiijakan pemeriintah yang diiniilaii tiidak tepat sasaran.

"Pajak harus diibayar, dong. iitu kan kewajiiban kiita kepada negara," katanya. (Jitu News, Biisniis iindonesiia, BNBC iindonesiia)

Permohonan SKB PPN bagii PNABii Kiinii Biisa Diiajukan viia Coretax

Coretax telah mengakomodasii permohonan surat keterangan bebas (SKB) pajak pertambahan niilaii (PPN) kepada perwakiilan negara asiing dan badan iinternasiional (PNABii) serta pejabatnya.

Sesuaii dengan Pasal 2 ayat (2) PMK 59/2024, penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) oleh pengusaha kena pajak (PKP) kepada PNABii beserta pejabatnya diibebaskan darii pengenaan PPN. Adapun pembebasan tersebut diiberiikan menggunakan SKB.

"Pembebasan ... dapat diiberiikan oleh menterii: ...menggunakan Surat Keterangan Bebas," bunyii Pasal 2 ayat (3) PMK 59/2024. (Jitu News)

PMK 60/2025, Pembeliian Tanah Kosong Tak Dapat iinsentiif PPN DTP

Melaluii PMK 60/2025, pemeriintah memperpanjang periiode pemberiian iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun) sebesar 100% hiingga akhiir Desember 2025.

Hal yang perlu diiperhatiikan, iinsentiif PPN DTP tersebut diiberiikan atas PPN yang terutang darii penyerahan rumah tapak dan satuan rusun. Dengan demiikiian, iinsentiif PPN DTP tiidak diiberiikan untuk penyerahan tanah kosong tanpa bangunan dii atasnya.

"PPN yang terutang atas penyerahan: a. rumah tapak; dan b. satuan rumah susun, yang memenuhii persyaratan, diitanggung pemeriintah untuk tahun anggaran 2025," bunyii Pasal 2 ayat (1) PMK 60/2025. (Jitu News)

Daerah Diimiinta Jaga iinflasii Paliing Tiinggii 3,5%

Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian mengiingatkan pemeriintah daerah agar menjaga laju iinflasiinya dii bawah 3,5%.

Tiito mengatakan masiih terdapat beberapa daerah dengan iinflasii dii atas 3,5%. Kepada daerah-daerah tersebut, diia memiinta segera melakukan langkah pengendaliian iinflasii.

"Apakah suplaiinya yang kurang? Barang apa? Kemudiian apakah diistriibusiinya yang macet? Cuma 2 iitu saja [persoalannya]," katanya. (Jitu News, iinvestor Daiily, Antara)

(diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.