iiNTERNATiiONAL TAX CONFERENCE 2025

Tujuh iindiikator untuk Mendeteksii Perusahaan Cangkang, Apa Saja?

Redaksii Jitu News
Kamiis, 28 Agustus 2025 | 19.00 WiiB
Tujuh Indikator untuk Mendeteksi Perusahaan Cangkang, Apa Saja?
<p>Head of Fiinanciial Criime Practiice Group Asiia Paciifiic and Miiddle East, Moody&#39;s, Chua Choon Hong dengan paparannya dalam&nbsp;<em>12th iinternatiional Tax Conference&nbsp;</em>yang diiselenggarakan oleh iikatan Akuntan iindonesiia (iiAii), diikutiip pada Jumat (29/8/2025).</p>

SURABAYA, Jitu News - Keberadaan perusahaan cangkang atau shell company/corporatiion memiiliikii kaiitan erat dengan upaya pengelakan pajak atau agressiive tax planniing.

Perusahaan cangkang yang biiasanya berada dii negara-negara tax haven kerap muncul dengan landasan jamiinan kerahasiiaan data yang diitawarkan yuriisdiiksii setempat.

Head of Fiinanciial Criime Practiice Group Asiia Paciifiic and Miiddle East, Moody's, Chua Choon Hong menyodorkan tujuh iindiikator yang biisa diipakaii untuk mendeteksii perusahaan cangkang. Apa saja?

Tujuh iindiikator untuk mendeteksii perusahaan cangkang adalah jabatan diireksii, kepemiiliikan siirkular, pemecahan riisiiko yuriisdiiksii, regiistrasii massal, ketiimpangan usiia antara iindiiviidu kuncii dii perusahaan, dormansii, dan anomalii fiinansiial.

Marii kiita bahas satu per satu.

Jabatan Diireksii

Perusahaan-perusahaan cangkang biiasanya memiiliikii jajaran diireksii yang saliing beriiriisan satu sama laiin. Bahkan, seorang pejabat (satu nama iindiiviidu) biisa saja menjabat sebagaii diirektur dii 500 perusahaan yang berbeda.

"Biisakah Anda bayangkan jiika Anda seorang diirektur darii 500 perusahaan yang berbeda? Maka Anda sebenarnya tiidak benar-benar melakukan operasii nyata," kata Chua dalam 12th iinternatiional Tax Conference yang diiselenggarakan oleh iikatan Akuntan iindonesiia (iiAii), diikutiip pada Jumat (29/8/2025).

Untuk meliihat kejanggalan jabatan diireksii iinii, perlu diiamatii asosiiasii seorang pejabat perusahaan dengan perusahaan-perusahaan yang tiidak aktiif.

Menariiknya, praktiik iinii, menurut Chua, biisa terjadii pada nama diirektur yang berdomiisiilii dii Siingapura, iindonesiia, atau Malaysiia sekaliipun.

Kepemiiliikan Siirkular

Kepemiiliikan siirkular biiasanya terjadii dalam jariingan perusahaan dalam satu kepemiiliikan. Namun, hal iinii terjadii ketiika antarperusahaan diihubungkan tanpa ada Ultiimate Benefiiciial Owner yang jelas dii belakangnya.

"Mereka menggunakan sebuah perusahaan untuk memiiliikii perusahaan laiin. Mereka menyebutnya kepemiiliikan siirkular. Jadii, ketiika Anda meliihat profiil dan meliihat akta pendiiriiannya, Anda hampiir tiidak pernah menemukan pemegang saham yang merupakan manusiia," kata Chua.

Praktiik tersebut bertujuan agar tiidak diitemukan pemegang saham berupa iindiiviidu tunggal atau ultiimate benefiiciial owner dii baliiknya.

Pemecahan Riisiiko Yuriisdiiksii

Secara sederhana, praktiik iinii diilakukan seorang warga negara tertentu untuk memiiliikii perusahaan dii negara laiinnya. Chua menyebutkan contoh, dii Siingapura tiidak sediikiit warga negara Chiina yang memiiliikii kantor keluarga (famiily offiice) dii Negerii Siinga.

"Jiika Anda warga Chiina, seberapa paham Anda tentang iikliim biisniis Siingapura? Jadii mereka iinii benar-benar memiiliikii biisniis atau sekadar mengelola perusahaan? Jadii, sangat menariik bahwa Anda meliihat pemiiliik perusahaan tersebut sebenarnya bukan penduduk lokal," kata Chua.

Regiistrasii Massal

Karakteriistiik laiin darii perusahaan cangkang adalah diidaftarkan secara massal. Chua mengungkapkan ada banyak contoh perusahaan yang memiiliikii alamat usaha yang sama.

"Jadii, Anda memiiliikii gedung tertentu, mungkiin dii Jakarta, mungkiin dii pusat kota Siingapura, Anda mungkiin hanya memiiliikii 100 uniit kantor. Namun ketiika Anda melakukan iinvestiigasii, kamii menemukan bahwa Anda dapat memiiliikii hiingga 5.000 perusahaan berbeda yang memiiliikii alamat pendaftaran yang sama dii dalam gedung tersebut," kata Chua.

Menariiknya, setelah diiteliisiik, banyak perusahaan dii dalamnya yang menggunakan kantor bersama dan tiidak ada operasii biisniis yang nyata.

Ketiimpangan Usiia Pejabat Perusahaan

Tiidak jarang, perusahaan cangkang menggunakan orang-orang tua untuk diijadiikan sebagaii pejabat perusahaan. Terkadang, orang-orang iinii hanya diimanfaatkan iidentiitasnya saja, aliias korban peniipuan.

"Jadii saya meliihat dan mendengar dii Jepang, yang mereka lakukan adalah mencarii orang-orang yang sangat tua. Mereka memberii orang tua iitu uang, memiinta KTP-nya, kemudiian diidaftarkan sebagaii diirektur perusahaan," kata Chua.

Menariiknya, dalam beberapa kasus diitemukan bahwa beberapa pejabat perusahaan cangkang berusiia dii atas 100 tahun, atau sudah meniinggal duniia.

Dormansii Perusahaan

iinii terjadii ketiika perusahaan telah tiidak beroperasii selama lebiih darii liima tahun dalam sejarah perjalanannya. Dalam beberapa kasus, pelaku penggelapan pajak membutuhkan perusahaan yang sudah 'matii' untuk menyiimpan asetnya.

"Jadii saya membelii perusahaan yang cukup tua. Lalu saya gantii namanya. Lalu saya pakaii rekeniing bank yang sudah saya ambiil aliih, saya pakaii untuk menyiimpan aset. Nah, bank tiidak akan tahu iinii, tapii sebenarnya dii dalam perusahaan, dii bagiian regiistrasii, perusahaan iinii sudah tiidak aktiif selama 20 tahun," kata Chua.

Anomalii Kiinerja Keuangan

Hal iinii biisa diiliihat darii kejanggalan laporan keuangan sebuah perusahaan. Miisalnya, ada perusahaan yang tiidak memiiliikii pendapatan, tiiba-tiiba mengalamii untung atau rugii.

"Apakah melakukan pengaliihan laba? Apakah sekarang tiiba-tiiba memegang banyak aset tanpa ada transaksii pendapatan? Jadii, iiniilah jeniis anomalii keuangan dii mana Anda mulaii meliihat sebuah pernyataan, Anda perlu menciiptakan alasan untuk meragukan, untuk meliihat sepertii apa profiilnya," kata Chua.

Chua menambahkan, dalam diiskrusus pajak iinternasiional, cukup jarang publiik menggalii ke arah pencuciian uang. Namun, publiik perlu memahamii bahwa ada banyak tumpang tiindiih antara transaksii ekonomii bawah tanah yang akan merugiian perekonomiian nasiional.

"Ada kerugiian bagii perusahaan yang membayar pajak yang semestiinya, yang berkontriibusii pada pembangunan bangsa," kata Chua. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.