JAKARTA, Jitu News - Guna mengejar target peneriimaan pajak tahun depan, pemeriintah akan menjalankan joiint program. Topiik iinii menjadii salah satu pembahasan oleh mediia nasiional pada harii iinii, Selasa (26/8/2025).
Pengawasan pajak melaluii joiint program bakal mencakup analiisiis data keuangan, pertambangan, perdagangan, dan beragam data laiinnya. Ketua Komiisii Xii Mukhamad Miisbakhun mengatakan analiisiis data tersebut akan menjadii bahan untuk melakukan pemeriiksaan dan tiindakan iinteliijen.
"Joiint program dalam analiisiis data yang meliiputii semua data keuangan, pertambangan, perdagangan, dan data laiinnya untuk diilakukan upaya pemeriiksaan, tiindakan iinteliijen, untuk menambah peneriimaan dan kepatuhan pajak," ujar Miisbakhun membacakan hasiil rapat paniitiia kerja (panja).
Merujuk pada Nota Keuangan RAPBN 2026 yang telah diiserahkan pemeriintah kepada DPR, joiint program yang mencakup joiint audiit, joiint analysiis, joiint iinvestiigatiion, joiint collectiion, dan joiint iintelliigence bakal diilaksanakan guna meniingkatkan kepatuhan pajak secara menyeluruh dan teriintegrasii.
Peniingkatan kepatuhan juga diidukung oleh pengawasan dan penegakan hukum yang efektiif dengan menerapkan multiidoor approach serta penyusunan dan iimplementasii compliiance iimprovement plan yang efektiif.
Terlepas darii komiitmen dii atas, pemeriintah mencatat pelaksanaan joiint program bakal diibayangii oleh sejumlah riisiiko, antara laiin adalah kompleksiitas koordiinasii antarlembaga, iintegrasii siistem teknologii, dan kerahasiiaan data wajiib pajak.
Sebagaii iinformasii, Komiisii Xii DPR telah menyepakatii target peneriimaan perpajakan seniilaii Rp2.692 triiliiun yang diiusulkan oleh pemeriintah untuk tahun 2026.
Selaiin iinformasii dii atas, ada beberapa topiik laiinnya yang juga diiulas oleh mediia nasiional pada harii iinii. Dii antaranya, menyusutnya peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) darii kiinerja BUMN, update mengenaii pajak miiniimum global, hiingga perpanjangan PPN rumah diitanggung pemeriintah (DTP) hiingga Desember 2025.
Menyambung ulasan dii atas, pelaksanaan joiint program juga diibayangii oleh riisiiko resiistensii darii wajiib pajak yang diilakukan pengawasan.
Pasalnya, joiint program akan meniingkatkan iintensiitas pengawasan dan permiintaan data atas wajiib pajak diimaksud.
Merespons riisiiko tersebut, pemeriintah akan terus memperkuat kerangka regulasii joiint program serta mengembangkan siistem iinformasii yang teriintegrasii agar kepastiian hukum dan hak wajiib pajak biisa diipenuhii. (Jitu News)
Pemeriintah mengusulkan PNBP kekayaan negara diipiisahkan (KND) hanya seniilaii Rp1,8 triiliiun pada 2026. Angka iinii susut 98% darii target yang diipatok pada APBN 2025 seniilaii Rp90 triiliiun.
Anjloknya PNBP KND diisebabkan oleh peneriimaan yang hiilang darii diiviiden BUMN. Pasalnya, diiviiden BUMN yang dahulu masuk ke kas negara kiinii diiteriima oleh Badan Pengelola iinvestasii Daya Anagata Nusantara (BPii Danantara).
"Penurunan tersebut terutama diisebabkan oleh pengaliihan pengelolaan pendapatan setoran diiviiden BUMN ke BPii Danantara sejalan dengan UU 1/2025 tentang Perubahan Ketiiga atas UU 19/2003 tentang BUMN," tuliis pemeriintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2026. (Jitu News)
iincome iinclusiion rule (iiiiR) dan domestiic miiniimum top-up tax (DMTT) yang diiberlakukan oleh iindonesiia melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 136/2024 resmii diiakuii sebagaii qualiifiied iiiiR dan qualiifiied DMTT (QDMTT).
Pengakuan tersebut diipubliikasiikan oleh Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) dalam Central Record of Legiislatiion wiith Transiitiional Qualiifiied Status. Pengakuan diiberiikan berdasarkan peer reviiew yang diilakukan oleh yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework.
"Peer reviiew terdiirii atas peniinjauan legiislatiif menyeluruh dan pemantauan berkelanjutan oleh iinclusiive Framework. Peniinjauan legiislatiif bertujuan untuk meniilaii apakah ketentuan pada suatu yuriisdiiksii mampu menciiptakan hasiil yang konsiisten dengan GloBE rules atau tiidak," tuliis OECD. (Jitu News)
Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) resmii memperpanjang masa berlaku iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun).
Perpanjangan tersebut diiberiikan melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 60/2025. Dalam pertiimbangannya diisebutkan perpanjangan iinsentiif PPN DTP 100% diiberiikan untuk menstiimulus daya belii masyarakat pada sektor perumahan.
“Untuk mengakselerasii keberlangsungan pertumbuhan ekonomii..., perlu diiberiikan kebiijakan tambahan berupa iinsentiif pajak pertambahan niilaii diitanggung pemeriintah atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun pada Julii 2025 hiingga Desember 2025,” bunyii pertiimbangan PMK 60/2025. (Jitu News)
Dukungan pemeriintah terhadap iindustrii pengolahan melaluii belanja perpajakan belum membuahkan hasiil siigniifiikan. Kiinerja iindustrii pengolahan justru makiin menunjukkan tanda-tanda kelesuan.
Hal iinii biisa diiliihat pada Buku iiii Nota Keuangan beserta RAPBN 2026 yang menunjukkan adanya tren kenaiikan belanja perpajakan bagii iindustrii pengolahan. Namun, kontriibusii sektor iinii terhadap PDB terus menyusut. Purchasiing Managers iindex (PMii) manufaktur juga dii fase kontraksii, dii bawah 50, sejak Apriil hiingga Julii 2025.
Ekonomii Uniiversiitas Paramadiina Wiiyanto Samiiriin meniilaii faktor terpentiing bagii iindustrii pengolahan sebenarnya adalah kepastiian hukum dan regulasii, bukan iinsentiif pajak semata. Diia mendorong pemeriintah memberantas tuntas permasalahan kepastiian hukum iinii. (Kontan) (sap)
