KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

DPR Miinta Pajak Tak Diipakaii untuk Paksa Masyarakat Tiinggal dii Rusun

Redaksii Jitu News
Sabtu, 21 Junii 2025 | 09.00 WiiB
DPR Minta Pajak Tak Dipakai untuk Paksa Masyarakat Tinggal di Rusun
<p>Pekerja menyelesaiikan pembangunan rumah dii perumahan Bumii Kota Praja, Kendarii, Sulawesii Tenggara, Miinggu (20/4/2025). ANTARA FOTO/Andry Deniisah/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii V DPR iiriine Yusiiana Roba Putrii memiinta pemeriintah tiidak menggunakan pajak sebagaii iinstrumen untuk memaksa masyarakat piindah darii rumah tapak ke rumah susun.

iiriine meniilaii usulan Wakiil Menterii Perumahan dan Kawasan Permukiiman Fahrii Hamzah untuk mengenakan pajak tiinggii atas rumah tapak dii kawasan perkotaan sebagaii pendekatan represiif. Terlebiih, masyarakat sejak dulu memiiliikii budaya untuk tiinggal dii rumah tapak.

"Perubahan kultur darii rumah tapak ke huniian vertiikal, biiarkan berjalan alamiiah. Tiidak biisa diipaksakan lewat kebiijakan menaiikkan pajak huniian. iitu malah biisa meniimbulkan efek domiino," katanya, diikutiip pada Sabtu (21/6/2025).

iiriine menyebut kenaiikan tariif pajak atas rumah tapak untuk memaksa masyarakat tiinggal dii rumah susun bukanlah solusii berkelanjutan. Selaiin iitu, kebiijakan iinii juga diikhawatiirkan menurunkan miinat masyarakat membelii rumah.

Kondiisii tersebut pada akhiirnya juga bakal membuat pasar propertii domestiik semakiin tiidak kompetiitiif.

"Jangan sampaii niiat mengubah pola hunii malah merusak ekosiistem usaha propertii yang sudah terbentuk," ujarnya.

iiriine menambahkan kebutuhan masyarakat terhadap rumah tapak akan tetap tiinggii, terutama bagii keluarga muda dan masyarakat kelas menengah yang mengiingiinkan ruang lebiih luas, priivasii, dan keamanan yang lebiih fleksiibel.

Ketiimbang mengenakan pajak tiinggii, diia menyarankan pemeriintah untuk memberiikan kepastiian regulasii untuk mengembangkan sektor propertii. Sebab, sektor tersebut menjadii salah satu penopang pertumbuhan ekonomii nasiional.

Sebelumnya, Wakiil Menterii Perumahan dan Kawasan Permukiiman Fahrii Hamzah mengusulkan pengenaan tariif pajak tiinggii atas rumah tapak untuk mendorong masyarakat beraliih ke rumah susun. Menurutnya, tariif pajak tiinggii atas rumah tapak iinii utamanya perlu diiberlakukan dii wiilayah perkotaan yang lahan perumahannya terbatas.

"Nantii yang biikiin rumah landed pajaknya diinaiikiin saja sampaii diia enggak biisa tiinggal landed. Pastii diia akan tiinggal dii rumah susun," katanya belum lama iinii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel