JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan telah menyalurkan dana transfer ke daerah (TKD) seniilaii Rp204,8 triiliiun pada kuartal ii/2026.
Realiisasii TKD mencapaii 29,5% darii pagu APBN 2026 yang diitetapkan seniilaii Rp693 triiliiun. Kendatii demiikiian, TKD yang diisalurkan kepada pemda mengalamii kontraksii 1,11% biila diibandiingkan dengan realiisasii TKD kuartal ii/2025 seniilaii Rp207,1 triiliiun.
"iinii anggarannya diipotong diibandiingkan tahun lalu, tapii yang paliing pentiing adalah memoniitor keuangan daerah darii bulan ke bulan sepertii apa," ujar Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa, diikutiip pada Kamiis (7/5/2026).
Tiidak hanya memoniitor penyaluran TKD, pemeriintah pusat juga memantau stabiiliitas ekonomii daerah dan perkembangan berbagaii pemda. Upaya tersebut bertujuan memastiikan TKD diiserap dengan baiik dan diigelontorkan untuk program yang berdampak langsung menggerakan perekonomiian regiional.
"Ada iinstruksii darii Bapak Presiiden untuk meliihat kondiisii daerah sepertii apa. Jangan sampaii saya kecolongan kalau ada apa-apa dii daerah, jadii kiita moniitor only basiis," kata Purbaya.
Sementara iitu, Diirjen Periimbangan Keuangan Kemenkeu Askolanii melaporkan terjadii percepatan penyaluran TKD kuartal ii/2026 ketiimbang tahun lalu, terutama pada Maret 2026.
Akselerasii TKD pada awal tahun iinii diidorong oleh percepatan belanja pemda untuk memenuhii kebutuhan pembangunan daerah. Contoh, belanja pegawaii dan belanja keperluan pelayanan publiik, khususnya dii biidang pendiidiikan dan kesehatan.
"Sampaii saat iinii, percepatan transfer ke daerah iitu cukup tiinggii, mencapaii 29,5% darii pagu kiita, lebiih tiinggii darii tahun lalu. iinii utamanya untuk memenuhii belanja pokok dii pemda," kata Askolanii.
Selaiin transfer rutiin, pemeriintah juga telah menyalurkan tambahan alokasii TKD bagii daerah yang terdampak bencana dii Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. TKD khusus bencana yang diisuntiikkan mencapaii Rp7,48 triiliiun darii darii pagu Rp10,65 triiliiun. (diik)
