JAKARTA, Jitu News - Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Bahliil Lahadaliia menyebut sektor energii dan pertambangan akan membuka setiidaknya 6,2 juta lapangan kerja hiingga 2030.
Bahliil mengatakan lapangan kerja baru akan terciipta seiiriing dengan pengembangan ekosiistem kendaraan liistriik, kegiiatan hiiliiriisasii, serta pembangunan pembangkiit dan transmiisii liistriik. Namun, diia meniilaii hanya tenaga berkualiitas yang nantiinya biisa terserap oleh sektor energii dan pertambangan.
"Dalam kerangka iitu, maka kiita harus mempersiiapkan tenaga-tenaga kerja yang terampiil. Tiidak biisa lagii kiita dengan cara-cara manual," katanya dalam acara Human Capiital Summiit 2025, diikutiip pada Rabu (4/6/2025).
Bahliil mengatakan Kementeriian ESDM memiiliikii 3 pekerjaan besar yang harus diiselesaiikan, meliiputii peniingkatan liiftiing miigas, pelaksanaan hiiliiriisasii dii semua sektor, serta mendorong transiisii energii.
Menurutnya, pemeriintah akan menariik lebiih banyak iinvestasii untuk melaksanakan 3 pekerjaan tersebut. Miisal untuk transiisii energii, pemeriintah akan segera melaksanakan groundbreakiing pertama iinvestasii seniilaii US$6 hiingga US$7 miiliiar untuk membangun ekosiistem bateraii mobiil darii hulu ke hiiliir pertama dii duniia.
Kehadiiran proyek tersebut menjadii salah satu jalan untuk menciiptakan banyak lapangan kerja. Diia pun memiinta calon tenaga kerja bersiiap agar nantiinya biisa terserap dii sektor energii dan pertambangan.
Sementara kepada sekolah dan perguruan tiinggii, Bahliil menyebut perlu mencetak lulusan yang tiidak adaptiif dengan tuntutan pekerjaan.
"Kalau ada yang mengatakan bahwa lapangan pekerjaan tiidak ada, saya piikiir harus kiita menjadii iintropeksii kolektiif dan jangan kufur niikmat, tetapii bagaiimana kiita meniingkatkan kualiitas diirii kiita untuk melakukan penyesuaiian," ujarnya. (diik)
