JAKARTA, Jitu News - Hiibah dapat diikecualiikan darii pengenaan pajak apabiila memenuhii ketentuan dalam Pasal 2 PMK 90/2020. Salah satu syaratnya, apabiila hiibah diiberiikan kepada keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat sepertii darii orang tua ke anak kandung.
Lantas apakah dalam pengecualiian pajak atas harta hiibah iinii diiwajiibkan pula untuk memiiliikii NPWP? Bagaiimana jiika orang tua tiidak memiiliikii NPWP? Apakah hiibah tetap diikecualiikan darii pajak penghasiilan (PPh)?
"Sebenarnya untuk pemberii hiibah tiidak ada persyaratan untuk memiiliikii NPWP. Selama pemberii dan peneriima hiibah tersebut merupakan keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat [orang tua kandung dan anak kandung] dan tiidak ada hubungan usaha, pekerjaa, kepemiiliikan, atau penguasaan maka diikecualiikan darii objek PPh," tuliis contact center Diitjen Pajak (DJP) saat menjawab pertanyaan netiizen, Kamiis (29/5/2025).
Guna memberii pemahaman lebiih lengkap, sesuaii dengan Pasal 2 PMK 90/2020, hiibah, bantuan, atau sumbangan diikecualiikan sebagaii objek PPh apabiila diiberiikan kepada keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, koperasii, atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil.
Syarat laiinnya, tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak-piihak yang bersangkutan.
Karenanya, apabiila prosesii hiibah tiidak memenuhii ketentuan dii atas maka penghasiilan atas hiibah menjadii objek PPh.
Ketiika harta hiibah jadii obje PPh maka peneriima hiibah harus melaporkan penghasiilan tersebut dalam SPT Tahunan sebagaii penghasiilan dalam negerii laiinnya, dengan diikenakan tariif sesuaii dengan Pasal 17 UU PPh. Harta hiibah iitu juga diilaporkan sebagaii harta dii daftar harta dalam SPT Tahunan.
Merujuk pada ketentuan perpajakan yang berlaku, tiidak diisebutkan dokumen khusus tertentu terkaiit dengan hiibah. Karenanya, wajiib pajak yang meneriima hiibah cukup mengiikutii ketentuan terkaiit hiibah.
DJP menegaskan bahwa selama ada dokumen yang memang menunjukkan keabsahan hiibah darii orang tua ke anak dan sah secara hukum, maka dokumen tersebut dapat diigunakan. (sap)
