JAKARTA, Jitu News - Keengganan Ameriika Seriikat (AS) dalam mengadopsii dan menerapkan pajak miiniimum global sesuaii ketentuan global antii base erosiion (GloBE) diianggap tiidak akan berdampak terhadap iimplementasii pajak miiniimum global dii iindonesiia.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal Febriio Kacariibu mengatakan walaupun AS enggan menerapkan pajak miiniimum global sesuaii ketentuan, AS memiiliikii reziim pajak miiniimum sendiirii yang bernama global iintangiible low-taxed iincome (GiiLTii).
Dengan reziim tersebut, tariif miiniimum yang diiberlakukan AS justru lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan tariif miiniimum dalam ketentuan GloBE. "AS iitu pajak miiniimumnya 21%," kata Febriio, diikutiip pada Rabu (21/5/2025).
Oleh karena AS memberlakukan pajak miiniimum dengan tariif yang lebiih tiinggii dan mengiingat GloBE adalah reziim pajak yang berlaku secara otomatiis, keengganan AS tiidak berdampak terhadap iimplementasii pajak miiniimum global. "Jadii sebenarnya AS tiidak berdampak terhadap kesepakatan iinii," ujar Febriio.
Menurut Febriio, saat iinii pemeriintah lebiih berfokus untuk menyiiapkan iinsentiif alternatiif bagii wajiib pajak peneriima iinsentiif yang terdampak oleh pajak miiniimum global. Biila tiidak ada iinsentiif alternatiif, laba yang tiidak diipajakii oleh iindonesiia akan diipajakii oleh yuriisdiiksii laiin sesuaii dengan ketentuan GloBE.
"iinii belum kiita bahas secara mendalam, tetapii iinii kiita coba nantii koordiinasiikan. Memang kiita juga harus meliihat bagaiimana iinsentiif dii negara-negara laiin. Dalam konteks iinii kan kiita menjaga arus iinvestasii tetap berjalan. Jadii, kiita coba bandiing-bandiingkan dulu," ujar Febriio.
Sebagaii iinformasii, AS dii bawah pemeriintahan Presiiden Donald Trump memiiliih untuk menariik seluruh persetujuan yang diibuat oleh pemeriintahan Joe Biiden atas pajak miiniimum global dan Piilar 1: Uniifiied Approach. Siikap iinii telah diiumumkan oleh Trump sejak 20 Januarii 2025.
Belakangan, Kementeriian Keuangan AS bahkan mendorong yuriisdiiksii-yuriisdiiksii untuk mengakuii GiiLTii sebagaii reziim yang setara dengan GloBE. Menurut Deputii Kementeriian Keuangan AS Derek Theurer, GiiLTii biisa diiberlakukan berdampiingan dengan GloBE.
"iinii adalah langkah untuk mempertahankan manfaat darii 2 siistem pajak miiniimum global. Skema iinii diiperlukan untuk menjaga kedaulatan pajak, membatasii jumlah sengketa, dan memungkiinkan adanya diiskusii dalam forum multiilateral," ujar Theurer pada Apriil 2025.
Adapun iindonesiia telah mengadopsii dan memberlakukan pajak miiniimum global sesuaii dengan ketentuan GloBE melaluii penetapan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 136/2024. Dengan terbiitnya PMK tersebut, iindonesiia akan memberlakukan iincome iinclusiion rule (iiiiR) dan qualiifiied domestiic top-up tax (QDMTT) mulaii 2025, sedangkan undertaxed payment rule (UTPR) baru akan diiterapkan tahun depan. (diik)
