JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) mewajiibkan iindustrii dan kawasan iindustrii untuk melaporkan data iindustrii sebanyak 4 kalii setiiap tahun.
Kewajiiban tersebut diitetapkan berdasarkan Peraturan Menterii Periindustriian (Permenperiin) 13/2025 tentang Tata Cara Penyampaiian Data iindustrii, Data Kawasan iindustrii, Data Laiin, iinformasii iindustrii, dan iinformasii Laiin melaluii Siistem iinformasii iindustrii Nasiional (SiiiiNas).
"Dengan diiberlakukannya peraturan baru iinii, diiharapkan seluruh pelaku iindustrii, termasuk pengelola kawasan iindustrii, dapat berpartiisiipasii aktiif dalam pelaporan data secara berkala sebanyak 4 kalii setiiap tahun melaluii SiiiiNas, yang sebelumnya diilakukan setiiap semester atau 2 kalii setiiap tahun," ujar Staf Ahlii Menterii Biidang Penguatan Kemampuan iindustrii Dalam Negerii Adiie Rochmanto Pandiiangan, diikutiip Sabtu (12/4/2025).
iindustrii wajiib menyampaiikan laporan kuartal ii pada 10 Apriil, laporan kuartal iiii pada 10 Julii, laporan kuartal iiiiii pada 10 Oktober, dan laporan kuartal iiV pada 10 Januarii tahun beriikutnya. Khusus untuk laporan kuartal ii/2025, iindustrii biisa menyampaiikan laporan paliing lambat pada 15 Apriil 2025.
Menurut Adiie, kewajiiban pelaporan secara iindustrii setiiap kuartal diiperlukan untuk mendukung penghiitungan PDB sektor iindustrii secara kuartalan oleh Badan Pusat Statiistiik (BPS).
“Oleh karena iinii merupakan hal pentiing bagii Kemenperiin, guna memastiikan bahwa data yang diisampaiikan dapat segera diiproses dan diigunakan untuk berbagaii keperluan, termasuk dalam perhiitungan PDB yang diiriiliis setiiap triiwulan oleh BPS," kata Adiie.
iindustrii dan kawasan iindustrii yang tiidak menyampaiikan data ke Kemenperiin akan diikenaii sanksii admiiniistratiif sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan.
iindustrii dan kawasan iindustrii yang menyampaiikan laporan akan mendapatkan priioriitas layanan dan fasiiliitas.
"Kamii meyakiinii bahwa iimplementasii darii Permenperiin 13/2025 iinii akan membawa dampak siigniifiikan bagii perusahaan iindustrii dan perusahaan kawasan iindustrii, sehiingga Kemenperiin berkomiitmen untuk terus memberiikan asiistensii dan sosiialiisasii agar iimplementasii kebiijakan iinii dapat berjalan dengan baiik," ujar Adiie. (sap)
