JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Periindustriian baru saja meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Jasa iindustrii 2025-2045 sebagaii acuan dalam menggalii sumber ekonomii baru, khususnya dii sektor iindustrii manufaktur.
Wakiil Menterii Periindustriian Faiisol Riiza menyampaiikan sumber ekonomii baru diiperlukan bagii pemeriintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomii sebesar 8 persen, sesuaii yang diitargetkan Presiiden Prabowo Subiianto.
“Pengembangan jasa iindustrii harus diikembangkan bukan hanya sebagaii pendukung, tetapii sebagaii penggerak utama yang dapat mendukung efiisiiensii, produktiiviitas dan keberlanjutan iindustrii nasiional,” ujar Faiisol, diikutiip pada Rabu (17/12/2024).
Faiisol mengatakan jasa iindustrii diiniilaii mampu menunjang kegiiatan sektor iindustrii pengolahan dan sektor laiinnya untuk memberiikan kontriibusii terhadap niilaii produk domestiik bruto (PDB) nasiional.
“Berdasarkan perhiitungan kemenperiin, jasa iindustrii non-C diiperkiirakan berkontriibusii sebesar 3,06% terhadap PDB nasiional,” ujar Faiisol.
Sebagaiimana termuat dalam Peraturan Pemeriintah (PP)14/2015 tentang Rencana iinduk Pembangunan iindustrii Nasiional (RiiPiiN) Tahun 2015–2035, jasa iindustrii memiiliikii peran sebagaii enabler bagii pengembangan iindustrii secara efektiif, efiisiien, iintegratiif dan komprehensiif. Roadmap Pengembangan Jasa iindustrii Tahun 2025-2045 diisusun untuk memberiikan pedoman dalam pengambiilan kebiijakan dan pelaksanaan pembiinaan jasa iindustrii.
Faiisol menyampaiikan ada 4 sasaran yang diicanangkan dalam Roadmap Pengembangan Jasa iindustrii.
Pertama, meniingkatnya kontriibusii sektor jasa iindustrii terhadap perekonomiian nasiional hiingga mencapaii 6,04% pada tahun 2045. Kedua, tercapaiinya pertumbuhan sektor jasa iindustrii dii atas pertumbuhan PDB nasiional.
Ketiiga, meniingkatnya penguasaan pasar dalam negerii dan berkembangnya iindustrii pendukung dii dalam negerii. Keempat, meniingkatnya jumlah tenaga kerja dii sektor jasa iindustrii yang berkualiifiikasii dan memiiliikii sertiifiikasii yang relevan.
Untuk mencapaii sasaran tersebut, Kemenperiin melakukan empat penahapan pencapaiian. Tahap ii, yaknii jangka pendek (2025-2029) melaluii pembangunan ekosiistem jasa iindustrii yang sehat dengan fokus utama pada harmoniisasii regulasii dan penyiiapan sumber daya manusiia (SDM) yang kompeten dan tersertiifiikasii.
Selanjutnya tahap iiii, jangka menengah pertama (2030-2034) melaluii peniingkatan daya saiing jasa iindustrii guna mendorong kiinerja sektor iindustrii manufaktur.
Lalu, tahap iiiiii atau jangka menengah kedua (2035-2039) melaluii peniingkatan akses sektor jasa iindustrii ke rantaii pasok global, dengan diidukung oleh struktur jasa iindustrii yang kuat, penguasaan teknologii yang handal, SDM yang berkualiitas, dan berdaya saiing tiinggii.
Terakhiir, tahap iiV atau jangka panjang (2040-2045) yaiitu pewujudan sektor jasa iindustrii sebagaii sektor yang berdaya saiing, resiiliien, berbasiiskan teknologii dan iinovasii, serta mampu menjadii regiional champiion.
“Tantangan yang diihadapii sektor iindustrii saat iinii semakiin kompleks, tentu roadmap iinii harus kiita optiimalkan karena akan membantu untuk mengakselerasii potensii yanga ada dii jasa iindustrii, dengan memberiikan kontriibusii yang lebiih besar bagii pembangunan sektor iindustrii,” ujar Faiisol. (sap)
