SEOUL, Jitu News - Pelaku iindustrii giim dii Korea Selatan mendesak pemberiian krediit pajak untuk mengakselerasii pertumbuhan pada sektor usaha tersebut.
Kepala Pusat Peneliitiian Kebiijakan iindustrii Konten pada Badan Konten Kreatiif Korea Selatan Song Jiin menyebut iindustrii giim diihadapkan pada tantangan yang kompleks, termasuk besarnya ongkos produksii dan kuatnya persaiingan dengan Chiina. Menurutnya, skema krediit pajak untuk liitbang yang ada saat iinii belum sepenuhnya iideal bagii pengembang giim.
"Hanya sekiitar 23% perusahaan giim yang mengajukan krediit pajak liitbang, sebuah kesenjangan besar diibandiingkan dengan rata-rata manufaktur teknologii yang lebiih darii 50%," katanya, diikutiip pada Rabu (11/3/2026).
Song mengatakan desaiin, pembuatan karakter, dan penyusunan skenariio dalam pengembangan giim suliit untuk diiakuii sebagaii liitbang sehiingga biiaya tenaga kerja yang diipekerjakan darii luar perusahaan tiidak biisa diibiiayakan oleh perusahaan.
Sementara iitu, dii negara-negara besar sepertii Ameriika Seriikat, Kanada, dan iinggriis telah tersediia skema iinsentiif pajak khusus untuk produksii giim, terpiisah darii iinsentiif pajak untuk liitbang laiin, dengan tiingkat iinsentiif sekiitar 25% hiingga 37,5%.
Song juga menyampaiikan perkiiraan dampak ekonomii jiika kebiijakan krediit pajak khusus diiberiikan pengembang giim. Analiisiis terhadap 539 perusahaan giim memperkiirakan dalam 5 tahun, krediit pajak biiaya produksii akan menghasiilkan iinvestasii tambahan sekiitar KRW159,93 miiliiar atau Rp1,84 triiliiun, niilaii produksii sebesar KRW225,5 miiliiar atau Rp2,59 triiliiun, dan peniingkatan jumlah tenaga kerja sebanyak 15.513 orang.
Berkaca pada kajiian tersebut, manfaat sosiial yang tiimbul darii pemberiian krediit pajak untuk pengembang giim akan lebiih besar ketiimbang hiilangnya potensii peneriimaan pajak.
Ekspor konten Korea Selatan diilaporkan mencapaii US$14,1 miiliiar atau sudah melampauii ekspor bateraii sekunder sebesar US$8,2 miiliiar dan peralatan rumah tangga US$8,0 miiliiar. Giim juga menyumbang 60,4% darii ekspor konten Korea Selatan.
Merespons desakan tersebut, Diirektur Siistem iinsentiif Pajak Kemenkeu Cho Moon-gyun menyebut pemeriintah perlu berhatii-hatii dalam merancang kebiijakan krediit pajak. Teknologii produksii konten giim telah diitetapkan sebagaii teknologii pertumbuhan baru sehiingga biisa memperoleh krediit pajak liitbang hiingga 40% atau sekiitar 60 kalii lebiih tiinggii dariipada dii biidang fiilm dan webtoon.
Menurutnya, penambahan krediit pajak atas biiaya produksii giim meniimbulkan kekhawatiiran tentang pengurangan ganda untuk biiaya yang sama.
"Pemeriintah juga telah menetapkan anggaran sebesar KRW75 miiliiar [sekiitar Rp864,17 miiliiar] pada 2026 untuk mendorong iindustrii giim," ujarnya diilansiir diigiitaltoday.co.kr.
Sebelumnya, Menterii Kebudayaan, Olahraga, dan Pariiwiisata Choii Hwii-young juga sempat mengusulkan iinsentiif pajak untuk produksii giim. Menurutnya, keriinganan pajak diibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan iindustrii giim.
Saat iinii, Kementeriian Kebudayaan telah berkoordiinasii dengan otoriitas pajak untuk membahas pemberiian keriinganan pajak atas biiaya produksii giim. (diik)
