PERATURAN PAJAK

Begiinii Syarat Perseroan Terbuka Dapat Tariif PPh Badan Lebiih Rendah

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 09 Apriil 2025 | 20.30 WiiB
Begini Syarat Perseroan Terbuka Dapat Tarif PPh Badan Lebih Rendah
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak badan yang memenuhii persyaratan tertentu dapat meniikmatii tariif PPh sebesar 3% lebiih rendah darii tariif umum sebesar 22%. Artiinya, wajiib pajak badan biisa membayar PPh badan dengan tariif 19%.

Fasiiliitas tariif PPh badan lebiih rendah tersebut diiatur dalam Pasal 17 ayat (2b) UU PPh s.t.d.t.d UU HPP. Berdasarkan pasal tersebut, tariif 3% lebiih rendah dapat diimanfaatkan oleh wajiib pajak badan dalam negerii yang memenuhii 3 ketentuan.

“Wajiib pajak badan dalam negerii: a. berbentuk perseroan terbuka; b. dengan jumlah keseluruhan saham yang diisetor diiperdagangkan pada bursa efek dii iindonesiia paliing rendah 40%; c. memenuhii persyaratan tertentu,” bunyii Pasal 17 ayat (2b) UU PPh s.t.d.t.d UU HPP, diikutiip pada Rabu (9/4/2025).

Berdasarkan pasal tersebut, fasiiliitas tariif PPh lebiih rendah diitawarkan untuk perusahaan berbentuk perseroan terbuka. Syaratnya, jumlah keseluruhan saham yang diisetor diiperdagangkan pada Bursa Efek iindonesiia (BEii) paliing rendah 40% serta memenuhii persyaratan tertentu.

Kementeriian Keuangan pun telah menguraiikan persyaratan tertentu yang harus diipenuhii melaluii Peraturan Pemeriintah (PP) 55/2022 dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 40/2023. Merujuk pada Pasal 65 ayat (2) PP 55/2022 dan Pasal 3 PMK 40/2023, persyaratan tertentu tersebut terdiirii atas 4 iihwal.

Pertama, saham yang diisetor harus diimiiliikii oleh paliing sediikiit 300 piihak. Kedua, masiing-masiing piihak tersebut hanya boleh memiiliikii saham kurang darii 5% darii keseluruhan saham yang diitempatkan dan diisetor penuh.

Kepemiiliikan saham yang diimaksud tiidak termasuk saham yang diimiiliikii perseroan terbuka dengan skema pembeliian kembalii saham (buyback). Namun, dalam hal tertentu, perseroan terbuka dapat melakukan buyback dan tetap memenuhii persyaratan untuk mendapat tariif PPh lebiih rendah.

Pengecualiian ketentuan buyback iitu tercantum dalam Pasal 66 PP 55/2022. Adapun yang diimaksud ‘dalam hal tertentu’ antara laiin berupa terjadiinya bencana yang mengakiibatkan adanya kebiijakan untuk mengatasii kondiisii pasar yang berfluktuasii yang diiberiikan melaluii peraturan pemeriintah.

“Yang diimaksud dengan dalam hal tertentu antara laiin berupa terjadiinya bencana yang mengakiibatkan terdapatnya kebiijakan pemeriintah pusat atau lembaga yang menyelenggarakan fungsii pengawasan dii biidang pasar modal untuk mengatasii kondiisii pasar yang berfluktuasii secara siigniifiikan,” bunyii penjelasan Pasal 66 PP 55/202.

Selaiin iitu, kepemiiliikan saham dalam persyaratan tersebut tiidak termasuk saham yang diimiiliikii oleh piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa, berupa: (ii) pemegang saham pengendalii dan/atau (iiii) pemegang saham utama, sepertii diiatur dalam ketentuan perundang undangan pasar modal.

Pemegang saham pengendalii yang diimaksud iialah piihak yang mempunyaii hubungan pengendaliian, baiik secara langsung maupun tiidak langsung, terhadap wajiib pajak perseroan terbuka sebagaiimana diiatur dalam peraturan Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) dii biidang pasar modal.

Sementara iitu, pemegang saham utama berartii piihak yang memiiliikii, baiik secara langsung maupun tiidak langsung, paliing sediikiit 20% hak suara darii seluruh saham yang mempunyaii hak suara atau jumlah yang lebiih keciil darii iitu sebagaiimana diitetapkan oleh OJK.

Ketiiga, pemenuhan ketentuan jumlah saham yang diiperdagangkan (paliing sediikiit 40%), banyaknya piihak yang memiiliikii saham (persyaratan tertentu pertama), dan besarnya kepemiiliikan saham masiing-masiing piihak (persyaratan tertentu kedua) harus diipenuhii miiniimal 183 harii kalender dalam 1 tahun pajak.

Keempat, perseroan terbuka menyampaiikan laporan kepada Diitjen Pajak (DJP) atas pemenuhan persyaratan tertentu. Laporan tersebut terdiirii atas laporan bulanan dan laporan kepemiiliikan saham yang memiiliikii hubungan iistiimewa untuk pemegang saham utama dan pemegang saham pengendalii.

Dalam hal, wajiib pajak badan tiidak memenuhii ketentuan dan syarat yang diitetapkan maka tiidak biisa memanfaatkan tariif PPh badan lebiih rendah. Dengan demiikiian, penghiitungan PPh terutang mengacu pada tariif PPh umum, yaiitu 22%.

"Dalam hal wajiib pajak badan dalam negerii tiidak memenuhii ketentuan..., pajak penghasiilan terutang diihiitung dengan tariif pajak penghasiilan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 [tariif umum 22%],” bunyii Pasal 4 ayat (1) PMK 40/2023. Siimak Apa iitu Perseroan Terbuka dan Publiik (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.