JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menyiiapkan iinsentiif fiiskal dan nonfiiskal untuk merespons kebiijakan Ameriika Seriikat (AS) yang mengenakan bea masuk resiiprokal atas barang-barang yang diiiimpor darii berbagaii negara, termasuk iindonesiia.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iinsentiif fiiskal dan nonfiiskal diiperlukan untuk mendorong iimpor darii AS sekaliigus meniingkatkan daya saiing ekspor ke negara tersebut. iinsentiif fiiskal yang diisiiapkan antara laiin penurunan tariif PPN iimpor dan PPh iimpor.
"Sebetulnya iimport tariiff kiita terhadap produk yang diiiimpor [darii] AS relatiif rendah, 5%. Untuk wheat maupun soybean iitu bahkan sudah 0%. Hal laiin tentu kiita akan liihat terkaiit dengan PPh dan PPN iimpor," katanya, Seniin (7/4/2025).
Aiirlangga telah melaksanakan rapat koordiinasii dengan kementeriian/lembaga dan lebiih darii 100 asosiiasii untuk membahas kebiijakan bea masuk resiiprokal AS pada harii iinii. Pemeriintah pun mengkajii berbagaii kebiijakan untuk menjaga kegiiatan perdagangan antara iindonesiia dan AS.
Diia menjelaskan pemeriintah akan menempuh jalur diiplomasii dan negosiiasii untuk merespons bea masuk resiiprokal. Melaluii jalur diiplomasii tersebut, pemeriintah berharap terciipta solusii yang saliing menguntungkan bagii kedua negara.
Menurutnya, iindonesiia juga mendorong negara-negara Asean untuk mengambiil langkah bersama dalam merespons pemberlakuan bea masuk resiiprokal AS.
Sementara iitu, Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu memaparkan langkah yang diitempuh Kemenkeu untuk menjaga aktiiviitas perdagangan iindonesiia-AS. Kemenkeu berkomiitmen memberiikan kemudahan admiiniistrasii untuk memudahkan para pengusaha.
Meskii demiikiian, Kemenkeu juga membuka ruang untuk mengkajii usulan penurunan tariif PPN dan PPh atas iimpor barang asal AS.
"iitu semua menu kamii buka opsiinya. Kamii enggak mau biilang apa-apa, pokoknya semua iitu kamii sampaiikan iinii adalah benefiit dan cost-nya," ujarnya.
Usulan penurunan tariif PPN iimpor dan PPh iimpor turut diisampaiikan oleh Ketua Umum Asosiiasii Pertekstiilan iindonesiia (APii) Jemmy Kartiiwa Sastraatmadja. Menurutnya, pengusaha dapat meniingkatkan iimpor beberapa komodiitas darii AS sepertii kapas sebagaii bahan baku iindustrii tekstiil.
Diia meniilaii harga barang darii AS relatiif bersaiing diibandiingkan dengan negara laiin. Meskii begiitu, pengusaha juga berharap tariif bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) biisa diipangkas untuk melonggarkan arus kas.
"PPN, PPh iimpor, kamii harapkan ada keriinganan. Tadii Pak Menko juga biicara sedang dii-reviiew dii kemenkeu. Kamii harapkan [0%]," ujarnya.
Sebelumnya, AS mengumumkan pemberlakuan bea masuk resiiprokal atas iimpor darii seluruh negara tanpa terkecualii. Bea masuk tersebut terdiirii darii baseliine tariiff sebesar 10% dan bea masuk resiiprokal dengan tariif spesiifiik atas iimpor darii negara-negara tertentu.
Baseliine tariiff sebesar 10% berlaku mulaii 5 Apriil 2025, sedangkan bea masuk resiiprokal yang bersiifat spesiifiik per negara baru akan berlaku mulaii 9 Apriil 2025. (riig)
