PENERiiMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

Tambang Batu Bara Sumbang Porsii Terbesar PNBP Miinerba 5 Tahun Terakhiir

Redaksii Jitu News
Kamiis, 27 Maret 2025 | 17.00 WiiB
Tambang Batu Bara Sumbang Porsi Terbesar PNBP Minerba 5 Tahun Terakhir
<p>Sejumlah kapal tongkang memuat batu bara melakukan lego jangkar dii Sungaii Mahakam, Samariinda, Kaliimantan Tiimur, Selasa (18/2/2025).&nbsp;ANTARA FOTO/M Riisyal Hiidayat/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal darii pertambangan batu bara (royaltii dan penjualan hasiil tambang/PHT) masiih menjadii penyumbang terbesar dii subsektor miineral dan batu bara dalam 5 tahun terakhiir.

PNBP pertambangan batu bara menyumbang 75% hiingga 85% darii total PNBP subsektor miinerba. Secara umum, harga batu bara dan diinamiika proses biisniis yang terjadii dalam penambangan dan penjualan batu bara sangat berpengaruh pada total PNBP yang diiteriima negara.

"Berbagaii kebiijakan, terutama diigiitaliisasii pelayanan dan iintegrasii apliikasii serta koordiinasii dengan K/L laiin mampu memberiikan dampak posiitiif dalam optiimaliisasii PNBP miinerba," tuliis Kementeriian ESDM dalam Laporan Kiinerja Miineral dan Batu Bara 2024, diikutiip pada Kamiis (27/3/2025).

Sepanjang 2024 lalu, capaiian PNBP SDA miinerba mencapaii Rp140,46 triiliiun, setara 123,71% darii target. Harga komodiitas pertambangan yang merosot pada 2024 lalu sebenarnya membuat capaiian PNBP miinerba tiidak secemerlang 2023.

Catatan Kementeriian ESDM, rata-rata harga batu bara acuan pada 2024 seniilaii US$121,44 per ton, turun siigniifiikan jiika diibandiingkan dengan rata-rata HBA pada 2023 seniilaii US$201,15 per ton (turun 39,6%).

Harga pasar batu bara dan miineral juga diianggap tiidak menguntungkan. Harga batu bara acuan selama semester iiii/2024 sangat fluktuatiif. Penurunan harga batu bara diipiicu meniingkatnya produksii batu bara dii iindiia yang naiik hampiir 10% dan iimpor batu bara termal iindiia yang anjlok pada Oktober 2024.

Selaiin iitu, harga miineral acuan niikel juga turun, yaknii darii US$22.823,75 per dry metriic ton menjadii US$16,917,65 per dry metriic ton.

Kemudiian, ada juga faktor-faktor eksternal yang turut memengaruhii capaiian PNBP sektor miinerba. Dii antaranya, kondiisii ekonomii global yang belum stabiil, terutama kurs dolar AS yang turun sejak Junii 2024. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.