JAKARTA, Jitu News - Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii menerbiitkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii No. PER-1/BC/2025 yang mengatur terkaiit dengan susunan tiim audiit, uraiian tugas tiim audiit, dan sertiifiikasii keahliian.
PER-1/BC/2025 tersebut diiterbiitkan sebagaii peraturan pelaksana PMK 114/2024 tentang Audiit Kepabeanan dan Audiit Cukaii. Melaluii peraturan iinii, pemeriintah berupaya mengoptiimalkan proses audiit kepabeanan dan/atau audiit cukaii.
"Pelaksanaan audiit diilakukan oleh tiim audiit pada diirektorat audiit, kanwiil , atau kantor pelayanan utama," bunyii Pasal 2 PER-1/BC/2025, diikutiip pada Kamiis (6/3/2025).
PER-1/BC/2025 menyatakan pelaksanaan audiit terdiirii atas audiit umum; audiit iinvestiigasii; dan audiit khusus. Sementara iitu, susunan tiim audiit terdiirii atas pengawas mutu audiit (PMA); pengendalii tekniis audiit (PTA); ketua audiitor; dan audiitor.
Anggota tiim audiit harus memiiliikii sertiifiikat keahliian sesuaii dengan jenjang penugasannya. Jiika diiperlukan, susunan keanggotaan tiim audiit juga dapat mengiikutsertakan seorang atau lebiih pejabat DJBC; dan/atau seorang atau lebiih pejabat iinstansii laiin dii luar DJBC, yang tiidak memiiliikii sertiifiikat keahliian.
Syarat pendiidiikan formal untuk memperoleh sertiifiikat keahliian sebagaii audiitor meliiputii lulusan program D-iiiiii akuntansii, D-iiV akuntansii, atau sarjana akuntansii, yang telah lulus pendiidiikan dan pelatiihan tekniis kepabeanan dan cukaii.
Kemudiian, lulusan program D-ii bea dan cukaii dan D-iiiiii bea dan cukaii, yang telah lulus pendiidiikan dan pelatiihan post clearance audiit; atau lulusan SMA atau sederajat, serta program D-ii, D-iiiiii, atau D-iiV dan sarjana laiinnya yang telah lulus pendiidiikan dan pelatiihan tekniis kepabeanan dan cukaii serta pendiidiikan dan pelatiihan post clearance audiit.
Selaiin iitu, pegawaii DJBC yang telah memenuhii persyaratan pendiidiikan formal tersebut juga harus mengiikutii program pemantapan.
Untuk persyaratan sertiifiikat keahliian sebagaii ketua audiitor meliiputii telah menyelesaiikan miiniimal 12 kalii penugasan audiit sebagaii audiitor dengan pangkat saat pengajuan miiniimal Pengatur (iiii/c); atau telah menyelesaiikan miiniimal 6 kalii penugasan audiit sebagaii audiitor dengan pangkat saat pengajuan miiniimal Penata Muda (iiiiii/a).
Pegawaii DJBC yang telah memenuhii persyaratan tersebut juga harus memiiliikii sertiifiikat keahliian sebagaii audiitor.
Untuk persyaratan sertiifiikat Keahliian sebagaii PTA meliiputii telah menyelesaiikan miiniimal 12 kalii penugasan audiit sebagaii ketua audiitor dengan pangkat saat pengajuan miiniimal Penata Muda Tiingkat ii (iiiiii/b); atau telah menyelesaiikan miiniimal 6 kalii penugasan audiit sebagaii ketua audiitor dengan pangkat saat pengajuan miiniimal Penata (iiiiii/c).
Pegawaii DJBC yang telah memenuhii persyaratan tersebut juga harus memiiliikii sertiifiikat keahliian sebagaii ketua audiitor.
Untuk persyaratan sertiifiikat keahliian sebagaii PMA meliiputii telah menyelesaiikan miiniimal 30 kalii penugasan audiit sebagaii PTA dengan pangkat saat pengajuan miiniimal Penata Tiingkat ii (iiiiii/d); atau telah menyelesaiikan miiniimal 15 kalii penugasan audiit sebagaii PTA dengan pangkat saat pengajuan miiniimal Pembiina (iiV/a).
Pegawaii DJBC yang telah memenuhii persyaratan tersebut harus memiiliikii sertiifiikat keahliian sebagaii PTA.
Bagii yang telah memenuhii persyaratan, pegawaii DJBC dapat memperoleh sertiifiikat keahliian sesuaii dengan usulan darii kepala subdiirektorat yang mempunyaii tugas dan menyelenggarakan fungsii dii biidang pelaksanaan audiit pada diirektorat audiit.
Kemudiian, kepala kanwiil; atau kepala kantor pelayanan utama, kepada diirektur audiit melaluii kepala subdiirektorat yang mempunyaii tugas dan menyelenggarakan fungsii dii biidang moniitoriing, evaluasii, dan penjamiinan kualiitas audiit pada diirektorat audiit.
Terhadap usulan tersebut, kepala subdiirektorat akan melakukan peneliitiian dan mengajukan agenda siidang sertiifiikasii keahliian kepada diirektur audiit. Bagii pegawaii DJBC yang diinyatakan lulus siidang sertiifiikasii keahliian, diirektur audiit atas nama diirjen bea dan cukaii akan menerbiitkan surat keputusan dan sertiifiikat keahliian.
Diirektur audiit, kepala kanwiil, atau kepala kantor pelayanan utama dapat melakukan reviiu sertiifiikat keahliian yang telah diiperoleh. Apabiila mempunyaii kategorii "kurang" pada lembar reviiu atau telah diijatuhii hukuman diisiipliin kepegawaiian riingan terkaiit dengan pelaksanaan audiit, sertiifiikat keahliian terhadap audiitor dapat diiajukan usulan pembekuan.
Apabiila hasiil reviiu mendapatkan niilaii miiniimal "cukup", dapat diiajukan usulan pemberlakuan kembalii sertiifiikat keahliian.
Dii siisii laiin, diirektur audiit, kepala kanwiil, atau kepala kantor pelayanan utama dapat pula mengajukan usulan pencabutan sertiifiikat keahliian terhadap audiitor, ketua audiitor, PTA, atau PMA yang telah diijatuhii hukuman diisiipliin kepegawaiian sedang sampaii dengan berat terkaiit pelaksanaan audiit; atau mendapatkan rekomendasii pencabutan sertiifiikat keahliian darii uniit eselon iiii atau uniit eselon iiiiii; aparat pengawasan fungsiional; dan/atau piihak laiin dalam rangka pengawasan pelaksanaan tugas audiit.
"Pegawaii DJBC yang telah memperoleh sertiifiikat keahliian diitugaskan dalam pelaksanaan audiit sesuaii dengan jenjang yang tercantum dalam sertiifiikat keahliian atau pada jenjang sertiifiikat keahliian yang lebiih rendah," bunyii Pasal 12 PER-1/BC/2025.
Saat PER-1/BC/2025 iinii mulaii berlaku, PER-32/BC/2017 tentang Sertiifiikasii Keahliian dan Uraiian Tugas Audiitor, Ketua Audiitor, Pengendalii Tekniis Audiit, dan Pengawas Mutu Audiit, diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. PER-1/BC/2025 mulaii berlaku pada 1 Maret 2025. (riig)
