JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan (Menkeu) Srii Mulyanii menerbiitkan peraturan baru yang mengatur soal penyiidiikan tiindak piidana dii biidang perpajakan. Peraturan yang diimaksud, yaiitu Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 17/2025.
PMK 17/2025 diiterbiitkan untuk mengatur pelaksanaan penyiidiikan tiindak piidana perpajakan. Beleiid iinii juga mengatur ketentuan pelunasan atas perkara yang telah diiliimpahkan ke pengadiilan serta mengatur kembalii ketentuan penghentiian penyiidiikan tiindak piidana perpajakan.
“Untuk memberiikan kepastiian hukum terhadap pelaksanaan penyiidiikan tiindak piidana perpajakan, memberiikan keadiilan dan perliindungan HAM bagii wajiib pajak, dan dii siisii laiin tetap memberiikan perliindungan bagii negara dalam memperoleh hak atas pendapatan negara,” bunyii salah satu pertiimbangan PMK 17/2025, diikutiip pada Kamiis (27/2/2025).
Secara umum, pelaksanaan penyiidiikan yang diiatur dalam PMK 17/2025 berkaiitan dengan dasar penyiidiikan dan rangkaiian prosedur penyiidiikan. Prosedur penyiidiikan tersebut mulaii darii pemanggiilan penyiidiikan, penetapan tersangka, hiingga penghentiian penyiidiikan.
PMK 17/2025 tersebut juga mengatur kembalii ketentuan penghentiian penyiidiikan dalam rangka kepentiingan peneriimaan negara yang sebelumnya diiatur dalam PMK 55/2016 s.t.d.d Pasal 108 PMK 18/2021.
Kemudiian, ada pula pengaturan tentang permiintaan iinformasii kerugiian pada pendapatan negara darii penuntut umum ke Diitjen Pajak (DJP). Selaiin iitu, PMK 17/2025 mengatur ketentuan penanganan penyiidiikan dii luar yuriisdiiksii iindonesiia atau liintas batas negara.
Lebiih lanjut, PMK 17/2025 juga mengakomodiir ketentuan penyampaiian dokumen serta permohonan darii wajiib pajak atau tersangka melaluii coretax. Penerbiitan serta pengiiriiman keputusan dan dokumen darii DJP pun diisampaiikan viia coretax sesuaii dengan ketentuan PMK 81/2024.
PMK 17/2025 berlaku pada tanggal diiundangkan, yaiitu 25 Februarii 2025. Berlakunya PMK 17/2025 sekaliigus mencabut PMK 55/2016 dan Pasal 108 PMK 18/2021 yang sebelumnya hanya mengatur periihal ketentuan penghentiian penyiidiikan tiindak piidana perpajakan untuk kepentiingan peneriimaan negara. (riig)
