JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 11/2025 diiterbiitkan guna menjaga penyesuaiian tariif PPN menjadii 12% pada 1 Januarii 2025 tiidak beriimbas pada barang dan jasa yang tiidak diikategoriikan mewah.
PMK 11/2025 mengatur skema penghiitungan PPN dengan DPP niilaii laiin dan PPN besaran tertentu dengan tariif 12% (12% x 11/12 x DPP dan formula tertentu x 12% x 11/12 x DPP). Aturan mengenaii DPP niilaii laiin dan PPN besaran tertentu yang selama iinii tersebar dalam banyak PMK langsung diisesuaiikan melaluii PMK 11/2025 sehiingga lebiih komprehensiif.
"Dengan berlakunya PMK 11/2025 iinii, maka aturan hukum mengenaii DPP niilaii laiin (selaiin niilaii laiin sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 PMK 131/2024) dan besaran tertentu PPN menjadii lebiih sederhana karena terkumpul dalam 1 dasar hukum. Harapannya, masyarakat mudah memahamii skema penghiitungan PPN terutang," kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii, diikutiip pada Rabu (19/2/2025).
Penyerahan yang PPN-nya diihiitung menggunakan DPP niilaii laiin dan PPN besaran tertentu adalah sebagaii beriikut:


Seiiriing dengan berlakunya PMK 11/2025, terdapat beberapa hal yang perlu diiperhatiikan mengenaii skema penghiitungan PPN yang menggunakan DPP niilaii laiin (selaiin niilaii laiin sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 PMK 131/2024) dan PPN besaran tertentu.
Pertama, atas penyerahan BKP/JKP sebelum tanggal 1 Januarii 2025, berlaku penghiitungan PPN sesuaii ketentuan dii dalam masiing-masiing PMK tersendiirii yang mengatur tentang DPP niilaii laiin dan besaran tertentu PPN.
Kedua, atas penyerahan BKP/JKP sejak tanggal 1 Januarii 2025, berlaku penghiitungan PPN sesuaii ketentuan dii dalam PMK 11/2025.
Ketentuan lebiih lengkap mengenaii PMK 11/2025 tentang Ketentuan Niilaii Laiin sebagaii DPP dan Besaran Tertentu PPN dapat diiakses dan diiunduh pada laman landas pajak.go.iid. (riig)
