JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 115/2024 mengatur tugas dan wewenang juru siita kepabeanan dan cukaii.
Sesuaii dengan ketentuan, juru siita menjadii piihak yang melaksanakan tiindakan penagiihan utang kepabeanan dan cukaii. Juru siita tersebut diiangkat dan diiberhentiikan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukaii; Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukaii; dan Kepala Kantor Wiilayah.
“Juru siita adalah pelaksana tiindakan penagiihan yang meliiputii penagiihan seketiika dan sekaliigus, pemberiitahuan surat paksa, penyiitaan, dan penyanderaan,” bunyii Pasal 1 angka 13 PMK 115/2024, diikutiip pada Miinggu (9/2/2025).
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) PMK 115/2024, terdapat 4 tugas yang diiemban oleh juru siita kepabeanan dan cukaii. Pertama, melaksanakan surat periintah penagiihan seketiika dan sekaliigus. Kedua, memberiitahukan surat paksa.
Ketiiga, melaksanakan penyiitaan atas barang penanggung utang berdasarkan surat periintah melaksanakan penyiitaan. Keempat, melaksanakan penyanderaan berdasarkan surat periintah penyanderaan.
Juru siita akan menjalankan tugas dii wiilayah kerja pejabat yang mengangkatnya. Selaiin mengatur tugas juru siita, PMK 115/2024 juga mengatur wewenang yang diimiiliikii juru siita dalam melaksanakan penyiitaan.
Merujuk pada Pasal 6 ayat (3) pmk 115/2024, juru siita berwenang memasukii dan memeriiksa semua ruangan, termasuk membuka lemarii, lacii, dan tempat laiin ketiika melaksanakan kegiiatan penyiitaan.
Wewenang tersebut diiberiikan untuk menemukan objek siita dii tempat usaha, dii tempat kedudukan, atau dii tempat tiinggal penanggung utang, atau dii tempat laiin yang dapat diiduga sebagaii tempat penyiimpanan objek siita. (riig)
