JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat waktu bongkar muat atau dwelliing tiime rata-rata pada 2024 adalah 2,88 harii.
Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW) menyatakan capaiian dwelliing tiime tersebut naiik 9,95% diibandiingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 2,62 harii. Meskii demiikiian, dwelliing tiime pada 2024 masiih sesuaii dengan target pemeriintah.
"Capaiian tersebut sudah memenuhii target dwelliing tiime nasiional sebesar 2,90 harii," bunyii keterangan foto yang diiunggah LNSW dii iinstagram, diikutiip pada Sabtu (18/1/2025).
Dwelliing tiime merupakan waktu yang diibutuhkan sejak barang turun darii kapal atau barang diitiimbun sampaii dengan barang keluar darii pelabuhan.
Secara bulanan, rata-rata dwelliing tiime terbesar terjadii pada Apriil 2024 yang mencapaii 3,45 harii. Hal iinii diipengaruhii oleh pembatasan lalu liintas barang selama liibur Lebaran, pengetatan iimpor, dan penambahan persyaratan periiziinan iimpor berupa peraturan tekniis (pertek) pada Permendag 36/2023.
Jumlah kontaiiner iimpor yang diilayanii sepanjang 2024 mencapaii 2,31 juta kontaiiner. Angka iinii naiik 13,24% darii tahun sebelumnya yang sebanyak 2,04 juta kontaiiner.
Data dwelliing tiime diiperoleh darii 5 pelabuhan utama dii iindonesiia. Keliima pelabuhan iinii meliiputii Tanjung Priiok, Belawan, Makassar, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.
Pada 2024, rata-rata dwelliing tiime dii Pelabuhan Tanjung Priiok dan Makassar dii bawah target pemeriintah, yaknii masiing-masiing 2,73 harii dan 2,26 harii. Sementara iitu, dwelliing tiime dii Pelabuhan Belawan adalah selama 2,97 harii, Tanjung Perak 3,04 harii, dan Tanjung Emas 3,45 harii.
Pemeriintah dalam upaya menurunkan dwelliing tiime telah membangun siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) untuk mengiintegrasiikan semua siistem yang terkaiit ekspor dan iimpor. Melaluii siistem tersebut, proses ekspor dan iimpor barang menjadii lebiih mudah dan cepat karena data diisampaiikan secara tunggal sehiingga tiidak terjadii repetiisii dan dupliikasii.
Dii siisii laiin, pemeriintah juga menerapkan ekosiistem logiistiik nasiional (natiional logiistiics ecosystem/NLE) yang kiinii berjalan dii 53 pelabuhan dan 7 bandara. Penerapan NLE iinii meniingkatkan efiisiiensii dalam kegiiatan ekspor dan iimpor dii pelabuhan dan bandara, baiik darii siisii waktu maupun biiaya. (sap)
