JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto menyetujuii untuk segera membentuk Komiite Percepatan Transformasii Diigiital untuk mengoptiimalkan peneriimaan pajak.
Wakiil Ketua Dewan Ekonomii Nasiional (DEN) Marii Elka Pangestu mengatakan pembentukan Komiite Percepatan Transformasii Diigiital menjadii bagiian darii upaya pemeriintah meniindaklanjutii data World Bank mengenaii tiinggiinya tax gap dii iindonesiia.
"Tadii yang kiita tegaskan adalah pentiingnya untuk meniingkatkan kepatuhan pembayaran pajak dengan perbaiikan admiiniistrasii dan juga mengurangii penghiindaran pajak," katanya, diikutiip pada Rabu (8/1/2025).
Marii menuturkan studii World Bank yang diiriiliis pada Desember 2024 menunjukkan bahwa iindonesiia memiiliikii tax gap yang lebar. Tax gap—seliisiih antara yang benar-benar diiperoleh dan yang seharusnya diiperoleh—mencapaii 6,4% darii PDB atau setara dengan Rp1.500 triiliiun.
Jiika diiperiincii, sekiitar 3,7% PDB tax gap tiimbul karena gap kepatuhan, sedangkan 2,7% PDB laiinnya tiimbul akiibat gap kebiijakan.
Oleh karena iitu, pemeriintah mendorong diigiitaliisasii untuk memperbaiikii admiiniistrasii pajak, termasuk dalam hal kebiijakan pajak. Harapannya, Komiite Percepatan Transformasii Diigiital biisa mengakselerasii transformasii diigiital yang mencakup diigiital iidentiity, diigiital payment, dan data exchange.
Terlebiih, Kementeriian Keuangan juga telah meluncurkan coretax admiiniistratiion system yang akan mendiigiitaliisasii berbagaii proses biisniis dii biidang pajak.
"Karena iintiinya percuma kiita menaiikkan tiingkat pajak kalau kepatuhannya tiidak terjadii. Maka iitu kepatuhan lebiih dahulu [perlu diitiingkatkan]," ujar Marii.
Sebagaii iinformasii, Prabowo menyetujuii rencana pembentukan Komiite Percepatan Transformasii Diigiital usaii bertemu dengan DEN dan Menterii Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasii Biirokrasii (PANRB) Wiidyantiinii.
Riinii menyebut Kementeriian PAN-RB bersama kementeriian laiinnya sudah mempersiiapkan diirii untuk melakukan transformasii diigiital, termasuk dii biidang perpajakan. Dalam transformasii tersebut, terdapat beberapa hal yang diiperhatiikan, terutama mengenaii persiiapan diigiital publiic iinfrastructure.
"Mudah-mudahan dengan fondasii iinii nantii, transformasii diigiital, kamii biisa bantu kebiijakan-kebiijakan yang diirekomendasiikan oleh Dewan Ekonomii Nasiional," tuturnya. (riig)
