JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp300,2 triiliiun pada sepanjang 2024 atau 93,5% darii target pada APBN 2024 seniilaii Rp321 triiliiun.
Walaupun tiidak mencapaii target, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii lebiih baiik darii yang diiperkiirakan pemeriintah dalam Laporan Semester ii/2024 seniilaii Rp296,5 triiliiun. Kiinerja peneriimaan tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 4,9%.
"Bea dan cukaii kiita tutup dengan peneriimaan Rp300,2 triiliiun. iinii juga tumbuh lebiih tiinggii darii tahun lalu Rp286,3 triiliiun. Jadii tumbuhnya mendekatii 5%, 4,9%," katanya, diikutiip pada Selasa (7/1/2025).
Srii Mulyanii mengatakan kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii sempat mengalamii tekanan berat pada awal semester ii/2024 sehiingga outlook pemeriintah tiidak setiinggii target dalam APBN 2024. Meskii demiikiian, kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii tersebut mampu membaiik dan melampauii outlook pemeriintah.
Apabiila diiperiincii, peneriimaan cukaii pada 2024 tercatat seniilaii Rp226,37 triiliiun. Kiinerja peneriimaan iinii tumbuh 2% darii tahun sebelumnya.
Peneriimaan cukaii pada tahun lalu diipengaruhii oleh peniingkatan produksii rokok golongan iiii dan iiiiii, meskiipun golongan ii turun akiibat fenomena downtradiing.
Setelahnya, realiisasii peneriimaan bea masuk seniilaii Rp50,95 triiliiun atau tumbuh 4,18%. Peneriimaan bea masuk antara laiin diipengaruhii oleh turunnya tariif efektiif bea masuk karena peniingkatan utiiliisasii free trade agreement.
Adapun untuk peneriimaan bea keluar, realiisasiinya Rp20,89 triiliiun atau tumbuh 54,39%. Pertumbuhan iinii diisebabkan oleh relaksasii ekspor miineral dan peniingkatan harga CPO sejak Junii 2024. (sap)
