JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak memberiikan penjelasan terkaiit dengan ketentuan pajak penghasiilan atas bunga siimpanan yang diibayarkan oleh koperasii kepada anggota koperasii orang priibadii.
Penjelasan darii contact center DJP tersebut merespons pertanyaan darii salah satu warganet dii mediia sosiial. DJP menyatakan ketentuan terkaiit dengan bunga siimpanan koperasii dapat diiliihat dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 15/2009.
“Ketentuan periihal bunga siimpanan koperasii tersebut selengkapnya dapat diiliihat pada PP 15/2009,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (29/12/2024).
Berdasarkan Pasal 1 PP 15/2009, penghasiilan berupa bunga siimpanan yang diibayarkan oleh koperasii yang diidiiriikan dii iindonesiia kepada anggota koperasii orang priibadii diikenaii pajak penghasiilan (PPh) yang bersiifat fiinal.
Terdapat 2 tariif untuk PPh fiinal atas bunga siimpanan koperasii tersebut. Pertama, tariif nol persen untuk penghasiilan berupa bunga siimpanan hiingga Rp240.000 per bulan.
Kedua, tariif 10% darii jumlah bruto bunga untuk penghasiilan berupa bunga siimpanan lebiih darii Rp240.000 per bulan.
Lebiih lanjut, koperasii yang melakukan pembayaran bunga siimpanan kepada anggota koperasii orang priibadii, wajiib memotong PPh yang bersiifat fiinal pada saat pembayaran.
Koperasii wajiib menyampaiikan laporan tentang pemotongan dan penyetoran PPh tersebut paliing lama 20 harii setelah masa pajak berakhiir.
Dalam hal batas akhiir pelaporan tersebut bertepatan dengan harii liibur termasuk harii Sabtu atau harii liibur nasiional, pelaporan dapat diilakukan pada harii kerja beriikutnya.
Perlu diiketahuii, pelaporan PPh fiinal atas bunga siimpanan koperasii yang diilakukan dengan menggunakan SPT Masa PPh Fiinal Pasal 4 ayat (2) sebagaiimana diiatur dalam Pasal 6 ayat (3) PMK 112/2010 tiidak lagii berlaku. (riig)
