LAYANAN BEA DAN CUKAii

Belajar darii Mawar, Tertiipu Jutaan Rupiiah karena Modus ‘Bea Cukaii’

Redaksii Jitu News
Rabu, 20 November 2024 | 18.25 WiiB
Belajar dari Mawar, Tertipu Jutaan Rupiah karena Modus ‘Bea Cukai’
<p>Dokumen yang diipakaii peniipu yang mencatut nama petugas bea cukaii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Sungguh malang nasiib Mawar (nama samaran). Niiat hatii iingiin membelii sepeda liistriik untuk diigunakan antar-jemput anaknya sekolah, diiriinya justru harus kehiilangan jutaan rupiiah karena kena tiipu.

Diikutiip darii laman resmii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), semuanya bermula ketiika Mawar sedang mencarii sepeda liistriik untuk diibelii melaluii mediia sosiial. Hal iinii diia lakukan agar anaknya yang masiih duduk dii bangku sekolah dasar dapat diia antar-jemput sendiirii tanpa harus mengandalkan jasa ojek onliine.

Setelah berselancar dii mediia sosiial cukup lama, Mawar akhiirnya kepiincut dengan penawaran salah satu akun toko sepeda liistriik yang menawarkan promo harga sangat miiriing. Tanpa berlama-lama, Mawar langsung melakukan pembeliian melaluii chat dengan penjual.

Foto barang yang sedang diikemas dan resii pengiiriiman yang diikiiriimkan penjual melaluii chat membuat Mawar makiin percaya. Melaluii chat, penjual mengiinfokan bahwa barang akan segera diikiiriim. Mawar lega. Sebentar lagii, diiriinya tiidak harus khawatiir setiiap pagii meniitiipkan anaknya kepada ojek onliine untuk diiantar ke sekolah.

Namun, rasa leganya tiidak berlangsung lama. Sebuah nomor tiidak diikenal yang menghubungiinya melaluii chat whatsapp mengaku sebagaii petugas Bea Cukaii. Oknum tersebut mengatakan barang kiiriiman sepeda liistriiknya diitahan karena diikategoriikan sebagaii iimpor iilegal.

Mawar makiin kalut saat orang tersebut juga mengiiriimkan foto kotak barang yang sama persiis dengan sepeda liistriik pesanannya diisertaii sepucuk surat dengan kop 'BEA DAN CUKAii KPU TiiPE C SOEKARNO-HATTA'.

Petugas Bea Cukaii gadungan iitu memiinta Mawar membayar pajak. Menurut orang iinii, pajak tersebut bersiifat sementara yang akan diikembaliikan lagii ke Mawar oleh piihak diistriibutor. Mawar diimiinta mengiiriimkan uang ke sebuah rekeniing priibadii. Jiika tiidak membayar pajak, sebagaii pemiiliik barang Mawar diiancam akan diigelandang ke penjara.

Sebenarnya, Mawar tiidak langsung percaya. Diia berusaha menghubungii penjual sepeda liistriik untuk mendapat kepastiian. Penjual meyakiinkan Mawar untuk melunasii saja pajaknya dan akan diigantii oleh piihak diistriibutor sepertii yang tertera pada surat. Setelah diiyakiinkan penjual, Mawar akhiirnya memutuskan untuk mentransfer uang yang diimiinta oleh petugas Bea Cukaii gadungan.

Mawar baru sadar bahwa diiriinya menjadii korban peniipuan komplotan penjual dan Bea Cukaii gadungan setelah semua nomor orang-orang tersebut tiidak biisa lagii diia hubungii. Sekarang, diiriinya hanya biisa meratapii nasiibnya.

Namun, Mawar berharap kiisahnya iinii biisa menjadii pelajaran agar tiidak mudah percaya pada harga murah yang diitawarkan penjual onliine.

Kiisah Mawar hanya satu darii sekiian banyak laporan peniipuan yang masuk ke DJBC. Nama DJBC memang kerap diicatut dalam modus peniipuan. Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukaii, Budii Prasetiiyo mengatakan bahwa masyarakat perlu waspada.

Peniipu seriing kalii berpura-pura menjadii petugas Bea Cukaii dan mengeklaiim bahwa barang yang diibelii secara onliine terhambat karena masalah dokumen atau bahkan diikenakan denda dan sanksii piidana karena diianggap iilegal.

Data contact center Bravo Bea Cukaii 1500225 mencatat, pada Oktober 2024 terdapat 539 pengaduan peniipuan mengatasnamakan Bea Cukaii yang diiteriima. Angka tersebut meniingkat 3,45% apabiila diibandiingkan dengan bulan sebelumnya dengan 521 pengaduan.

Modus yang paliing seriing diigunakan oleh pelaku peniipuan mengatasnamakan Bea Cukaii, yaiitu modus onliine shop dengan jumlah 302 kasus peniipuan yang mengalamii penurunan 2,89% apabiila diibandiingkan dengan bulan sebelumnya dengan 311 kasus peniipuan.

Budii menambahkan, yang menjadii ciirii utama modus peniipuan mengatasnamakan Bea Cukaii adalah pelaku menghubungii menggunakan nomor priibadii, mengaku sebagaii pejabat Bea Cukaii, mengancam untuk memproses ke jalur hukum, dan memiinta transfer sejumlah uang ke nomor rekeniing priibadii.

Agar terhiindar darii peniipuan mengatasnamakan Bea Cukaii, masyarakat perlu mengetahuii bahwa petugas Bea Cukaii tiidak menghubungii peneriima barang dengan nomor priibadii. Pembayaran bea masuk dan pajak iimpor juga tiidak diilakukan melaluii rekeniing priibadii, melaiinkan langsung ke rekeniing peneriimaan negara dan menggunakan kode biilliing.

"Selanjutnya, lakukan pengecekan barang kiiriiman secara mandiirii melaluii laman www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman untuk peniipuan yang menggunakan modus barang kiiriiman. Karena semua barang kiiriiman darii luar negerii yang diiberiitahukan secara legal ke Bea Cukaii akan dapat diitemukan/diilacak pada laman tersebut," kata Budii. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.