JAKARTA, Jitu News - PMK 81/2024 turut mengatur ketentuan pengiiriiman keputusan dalam bentuk elektroniik dan dokumen elektroniik yang diiterbiitkan oleh diirjen pajak.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 12 ayat (1) PMK 81/2024, diirjen pajak mengiiriim keputusan dan dokumen elektroniik kepada wajiib pajak dalam bentuk elektroniik melaluii akun wajiib pajak dan/atau pos elektroniik wajiib pajak yang terdaftar dalam siistem admiiniistrasii Diitjen Pajak (DJP).
“… kecualii keputusan dan dokumen elektroniik yang harus diikiiriimkan oleh diirektur jenderal pajak dalam bentuk kertas sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan,” bunyii penggalan Pasal 12 ayat (1) PMK 81/2024, diikutiip pada Selasa (12/11/2024).
Jiika terdapat permiintaan darii wajiib pajak atau berdasarkan pertiimbangan diirjen pajak, diirjen pajak dapat mengiiriim kertas hasiil cetakan darii keputusan dalam bentuk elektroniik dan dokumen elektroniik secara langsung; melaluii faksiimiile dengan buktii pengiiriiman faksiimiile; atau melaluii pos, jasa ekspediisii, atau jasa kuriir dengan buktii pengiiriiman surat.
“Waktu pengiiriiman keputusan dalam bentuk elektroniik dan dokumen elektroniik … menggunakan standar Waktu iindonesiia Barat,” bunyii penggalan Pasal 12 ayat (3) PMK 81/2024.
Adapun tanggal pengiiriiman melaluii akun wajiib pajak atau pos elektroniik wajiib pajak juga merupakan tanggal keputusan berbentuk elektroniik dan dokumen elektroniik diikiiriim oleh diirjen pajak serta diiteriima oleh wajiib pajak.
Tanggal pengiiriiman keputusan dan dokumen elektroniik dalam bentuk kertas hasiil cetakan oleh diirjen pajak dan tanggal diiteriimanya oleh Wajiib Pajak merupakan tanggal:
Jiika suatu keputusan atau dokumen elektroniik diisampaiikan melaluii lebiih darii 1 saluran penyampaiian, tanggal diikiiriim oleh diirjen pajak dan tanggal diiteriimanya oleh wajiib pajak yang berlaku yaiitu:
“Persetujuan untuk menggunakan akun wajiib pajak sebagaii sarana peneriimaan keputusan dan dokumen perpajakan … diilakukan secara elektroniik pada saat aktiivasii wajiib pajak,” bunyii penggalan Pasal 12 ayat (7) PMK 81/2024. Siimak beberapa ulasan PMK 81/2024 dii siinii. (kaw)
