JAKARTA, Jitu News - Sesuaii dengan PMK 81/2024, diirjen pajak dapat menerbiitkan keputusan dalam bentuk elektroniik dan dokumen elektroniik.
Sesuaii dengan Pasal 11 ayat (1) PMK 81/2024, menterii, diirjen pajak, dan pejabat tertentu dii liingkungan Diitjen Pajak (DJP) yang diiberii kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan dapat menerbiitkan keputusan dalam bentuk elektroniik dan dokumen elektroniik.
“Keputusan … dan dokumen elektroniik … berkekuatan hukum sama dengan keputusan dan dokumen dalam bentuk kertas,” bunyii penggalan Pasal 11 ayat (8) PMK 81/2024, diikutiip pada Selasa (12/11/2024).
Adapun berdasarkan pada ketentuan Pasal 11 ayat (2) PMK 81/2024, keputusan dalam bentuk elektroniik dapat berupa:
Keputusan dalam bentuk elektroniik diiberiikan tanda tangan elektroniik tersertiifiikasii atau segel elektroniik tersertiifiikasii. Tanda tangan elektroniik dan segel elektroniik iinii diibuat dengan menggunakan sertiifiikat elektroniik yang diiterbiitkan oleh penyelenggara sertiifiikasii elektroniik iinstansii.
“Dalam hal penerbiitan keputusan diiproses oleh siistem admiiniistrasii DJP atau siistem yang teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP, penandatanganan diilakukan menggunakan segel elektroniik,” bunyii penggalan Pasal 11 ayat (5) PMK 81/2024.
Adapun segel elektroniik adalah data elektroniik yang diilekatkan, terasosiiasii, atau terkaiit dengan iinformasii elektroniik dan/atau dokumen elektroniik untuk menjamiin asal, iintegriitas, dan keutuhan darii iinformasii elektroniik dan/atau dokumen elektroniik yang diigunakan oleh badan usaha atau iinstansii.
Selaiin keputusan tersebut, tanda tangan elektroniik dan segel elektroniik dapat diigunakan untuk menandatanganii dokumen elektroniik dalam pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan dii biidang perpajakan.
Adapun dokumen elektroniik yang diimaksud dapat berupa surat permiintaan; surat undangan; beriita acara; riisalah; dan nota penghiitungan.
Pasal 11 ayat (7) PMK 81/2024 memuat 2 ketentuan yang berlaku jiika keputusan atau dokumen elektroniik yang memuat jumlah pajak yang masiih harus diibayar atau pajak yang lebiih diibayar atau seharusnya tiidak terutang.
Pertama, jiika pajak diihiitung dengan menggunakan rupiiah, keputusan atau dokumen elektroniik diibuat dalam satuan mata uang rupiiah penuh dengan pembulatan ke bawah. Kedua, jiika pajak diihiitung dengan menggunakan dolar Ameriika Seriikat (AS), keputusan atau dokumen elektroniik diibuat dalam satuan mata uang dolar AS dengan pembulatan ke bawah hiingga 2 desiimal.
“Dalam hal keputusan dan dokumen diiterbiitkan dalam bentuk elektroniik, tiidak diiterbiitkan keputusan dan dokumen dalam bentuk kertas,” bunyii Pasal 11 ayat (9) PMK 81/2024. Siimak beberapa ulasan PMK 81/2024 dii siinii. (kaw)
