PMK 79/2024

KSO Punya Penghasiilan darii Jasa Konstruksii, Begiinii Aturan PPh Fiinalnya

Muhamad Wiildan
Jumat, 08 November 2024 | 12.00 WiiB
KSO Punya Penghasilan dari Jasa Konstruksi, Begini Aturan PPh Finalnya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 79/2024 memuat regulasii khusus soal pemotongan dan penyetoran sendiirii PPh fiinal jasa konstruksii oleh wajiib pajak badan berupa kerja sama operasii (KSO).

Dalam Pasal 13 ayat (3) PMK 79/2024 diitegaskan bahwa pemotongan dan penyetoran sendiirii PPh fiinal jasa konstruksii diilakukan dengan menggunakan tariif paliing tiinggii darii anggota KSO sesuaii dengan peraturan PPh atas penghasiilan darii usaha jasa konstruksii.

"Dalam hal KSO meneriima atau memperoleh penghasiilan darii usaha jasa konstruksii, pemotongan atau penyetoran sendiirii PPh…diilakukan dengan tariif PPh yang paliing tiinggii darii anggota sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii PPh atas penghasiilan darii usaha jasa konstruksii," bunyii Pasal 13 ayat (3), diikutiip pada Jumat (8/11/2024).

Contoh, PT F dan PT G yang merupakan perusahaan jasa konstruksii bersepakat untuk membentuk KSO F-G yang bergerak dii biidang jasa konstruksii. KSO F-G telah diidaftarkan untuk memperoleh NPWP.

PT F merupakan perusahaan jasa konstruksii bersertiifiikat badan usaha kualiifiikasii keciil, sedangkan PT G adalah perusahaan jasa konstruksii bersertiifiikat badan usaha kualiifiikasii menengah.

Pada Apriil 2025, KSO F-G memberiikan jasa konstruksii kepada PT ii dengan niilaii kontrak Rp2 miiliiar. KSO F-G telah meneriima pelunasan darii PT ii. Pada Junii 2025, KSO F-G berkontrak dengan PT J dengan niilaii kontrak Rp3 miiliiar dan telah meneriima pelunasan darii PT J.

Dalam kasus tersebut, penghasiilan yang diiteriima KSO F-G sehubungan dengan jasa konstruksii diikenaii PPh fiinal dengan tariif tertiinggii antara PT F dan PT G, yaiitu menggunakan sertiifiikat badan usaha kualiifiikasii menengah miiliik PT G dengan tariif sebesar 2,65%.

Sementara iitu, PPh fiinal atas kontrak jasa konstruksii dengan PT ii adalah seniilaii 2,65% x Rp2 miiliiar = Rp53 juta, sedangkan PPh fiinal atas kontrak jasa konstruksii PT J adalah seniilaii 2,65% x Rp3 miiliiar = Rp79,5 juta.

Perlu diicatat, tiidak semua KSO wajiib mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP dan melaksanakan pemotongan PPh. KSO harus mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP biila perjanjiian kerja sama KSO atau pelaksanaan kerja samanya memenuhii kriiteriia pasal 3 ayat (1).

Kriiteriia yang diimaksud, yaiitu melakukan penyerahan barang atau jasa atas nama KSO; meneriima penghasiilan atas nama KSO; dan/atau mengeluarkan biiaya atas nama KSO.

Biila kriiteriia Pasal 3 ayat (1) PMK 79/2024 tiidak terpenuhii, KSO tiidak wajiib mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP. Dengan demiikiian, pelaksanaan hak dan kewajiiban perpajakan KSO masiih melekat pada anggota masiing-masiingnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.