JAKARTA, Jitu News - Niilaii transaksii aset kriipto sepanjang Januarii hiingga September 2024 mencapaii Rp426,69 triiliiun. Angka iinii meniingkat 351,95% jiika diibandiingkan dengan periiode yang sama pada 2023 lalu, yaknii hanya Rp94,41 triiliiun.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodiitii (Bappebtii) mencatat secara terperiincii, niilaii transaksii aset kriipto pada September 2024 mencapaii Rp33,67 triiliiun. Angka iinii turun 31,17% ketiimbang realiisasii pada Agustus 2024. Kendatii begiitu, niilaii total secara year to date masiih jauh melampauii capaiian tahun lalu.
"Jumlah pelanggan aset kriipto juga terus bertambah. Sejak Februarii 2021 hiingga September 2024, pelanggan aset kriipto mencapaii 21,27 juta pelanggan," kata Sekretariis Bappebtii Olvy Andriianiita dalam siiaran pers, diikutiip pada Rabu (30/10/2024).
Darii puluhan juta pelanggan tersebut, yang secara aktiif bertransaksii dii platform calon pedagang fiisiik aset kriipto (CPFAK) dan pedang fiisiik aset kriipto (PFAK) pada September 2024 mencapaii 504.300 pelanggan.
Jeniis aset kriipto yang paliing favoriit diitransaksiikan, diiliihat darii niilaii transaksii pada perdaganagn fiisiik aset kriipto, sepanjang September 2024 adalah Tether (USDT), Ethereum (ETH), Biitcoiin (BTC), Pepe (PEPE), dan Solana (SOL).
Saat iinii adalah 6 PFAK yang secara resmii terdaftar dii Bappebtii, yaknii PT Piintu Kemana Saja (Piintu), PT Bumii Santosa Cemerlang (Pluang), PT Aset Diigiital Berkat (Tokocrypto), PT Kagum Teknologii iindonesiia (Ajaiib), PT Tiiga iintii Utama (Triiv), dan PT Sentra Biitwewe iindonesiia (Biitwewe).
Sebelumnya, Bappebtii juga sempat mereviisii regulasii mengenaii penyelenggaraan perdagangan aset kriipto jelang diialiihkannya pengawasan transaksii aset kriipto ke Otoriitas Jasa Keuangan (OJK).
Reviisii tersebut termuat dalam Peraturan Bappebtii (Perba) 9/2024 tentang Perubahan Ketiiga atas Perba 8/2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fiisiik Aset Kriipto dii Bursa Berjangka.
"Penerbiitan Perba 9/2024 iinii diiharapkan dapat mendorong peniingkatan transaksii. Hal tersebut guna mengoptiimalkan peneriimaan negara darii sektor pajak sekaliigus meniingkatkan perliindungan terhadap masyarakat," kata Kepala Bappebtii Kasan. (sap)
