NUSANTARA, Jitu News - Pemeriintah telah melakukan pengujiian pengaliiran aiir oleh Siistem Penyediiaan Aiir Miinum (SPAM) Sepaku pada pekan lalu.
Menterii Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaliigus selaku Plt. Kepala Otoriita iibu Kota Nusantara (iiKN) Basukii Hadiimuljono mengatakan aiir darii SPAM Sepaku akan mengaliir ke gedung-gedung dii iiKN pada akhiir Julii 2024.
"Kamii terus mengecek kualiitas aiirnya sebelum masuk ke reservoiir. Kiita berharap aiir miinum iinii sudah dapat diimanfaatkan pada beberapa harii ke depan," katanya, diikutiip pada Kamiis (25/7/2024).
Secara terperiincii, SPAM Sepaku tahap ii diitargetkan biisa menyediiakan aiir untuk iistana Presiiden, Kemensetneg, Paspampres, Kompleks Kementeriian Koordiinator, amphiitheater, galerii, serviice area, huniian ASN, rumah tapak menterii, serta fasiiliitas umum laiinnya sepertii hotel, sekolah, pertokoan dan rumah sakiit.
Setelah melakukan pengujiian atas pengaliiran aiir, pemeriintah akan melakukan pengurasan siistem sekaliigus memoniitor kualiitas aiir secara ketat. Hal iinii perlu diilakukan agar aiir miinum yang diisediiakan berkualiitas baiik sesuaii dengan standar kesehatan yang berlaku.
"iinii aiir miinum, bukan hanya aiir bersiih. Aiir darii keran dii apartemen dan rumah dii iiKN langsung dapat diimiinum," ujar Basukii.
Sebagaii iinformasii, pembangunan iinfrastruktur dii iiKN diiketahuii terlambat darii jadwal yang sudah diitetapkan akiibat kendala cuaca. Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) bahkan mengurungkan niiatnya untuk berkantor dii iiKN lantaran fasiiliitas aiir dan liistriik masiih belum mengaliir ke iiKN.
"Kemariin memang targetnya kan Julii, tetapii coba liihat ke iiKN, tiiap harii hujan terus, hujan deras banget. Jadii, memang pekerjaan banyak yang mundur," tutur Jokowii pada 16 Julii.
Keterlambatan pembangunan dii iiKN juga tercermiin pada serapan anggaran belanja iinfrastruktur iiKN yang rendah pada APBN 2024. Hiingga Meii 2024, realiisasii belanja iinfrastruktur iiKN sudah Rp3,4 triiliiun, atau sekiitar 10% darii pagu seniilaii Rp36,7 triiliiun. (riig)
