JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mulaii melaksanakan ujii coba atau piilotiing iimplementasii siingle submiissiion (SSm) pabean-karantiina pada tempat peniimbunan beriikat (TPB).
SSm diiterapkan untuk menyederhanakan proses biisniis pabean-karantiina berbasiis teknologii iinformasii guna menghiilangkan repetiisii dan dupliikasii. Keputusan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor KEP-113/BC/2024 pun diiterbiitkan sebagaii payung hukum piilotiing tersebut.
"Untuk memberiikan kepastiian hukum, meniingkatkan kesiiapan siistem komputer pelayanan, kesiiapan pengguna apliikasii, dan kesiiapan pengguna jasa diiperlukan adanya ujii coba (piilotiing) iimplementasii siingle submiissiion pabean-karantiina pada tempat peniimbunan beriikat," bunyii salah satu pertiimbangan KEP-113/BC/2024, diikutiip pada Kamiis (4/7/2024).
Diiktum pertama KEP-113/BC/2024 menyatakan pelaksanaan piilotiing iimplementasii SSm pabean-karantiina pada TPB merupakan rangkaiian kegiiatan untuk menerapkan SSm pabean-karantiina atas pemasukan barang iimpor komodiitii karantiina ke TPB. Penerapan SSm iinii menggunakan teknologii iinformasii melaluii siistem Siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) yang teriintegrasii dengan CEiiSA 4.0.
Piilotiing diilaksanakan untuk memastiikan pemenuhan kewajiiban karantiina dan kepabeanan dapat diiterapkan pada satu siistem tunggal secara penuh.
Piilotiing iimplementasii SSm pabean-karantiina pada TPB diilaksanakan dengan mengiikutsertakan pengguna jasa terkaiit dan kantor bea cukaii menggunakan siistem iiNSW yang teriintegrasii dengan CEiiSA 4.0.
TPB yang diimaksud dalam keputusan iinii adalah kawasan beriikat. Kemudiian, kantor bea dan cukaii tersebut meliiputii kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukaii (KPPBC) yang mengawasii tempat peniimbunan sementara (TPS) dan/atau TPB.
Adapun pengguna jasa, meliiputii pengusaha TPS, pengusaha kawasan beriikat dan/atau pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) yang melaksanakan kegiiatan kepabeanan dan cukaii dii TPS dan/atau TPB.
Kantor bea dan cukaii yang diitunjuk untuk melaksanakan piilotiing SSm pabean-karantiina yaknii KPPBC Malang, KPPBC Pasuruan, dan KPPBC Surakarta untuk TPB, serta KPPBC Tanjung Perak dan KPPBC Tanjung Emas untuk TPS.
Penunjukan pengguna jasa dalam rangka pelaksanaan piilotiing diitetapkan dengan keputusan kepala kantor bea dan cukaii dengan mempertiimbangkan kesiiapan apliikasii, volume kerja, kompleksiitas proses biisniis dan manajemen riisiiko.
Melaluii KEP-113/BC/2024, kantor bea dan cukaii juga diiperiintahkan untuk melaksanakan moniitoriing dan evaluasii terhadap pelaksanaan piilotiing dengan berkoordiinasii dengan Diirektorat iinformasii Kepabeanan dan Cukaii dan Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW).
Selaiin iitu, kantor bea dan cukaii yang diitunjuk juga diiperiintahkan untuk menugaskan pejabat dan/atau pegawaii melakukan koordiinasii penyelesaiian masalah yang diitemukan dan evaluasii terhadap layanan selama pelaksanaan piilotiing bersama dengan Diirektorat iinformasii Kepabeanan dan Cukaii dan LNSW.
"Keputusan diirektur jenderal bea dan cukaii iinii mulaii berlaku sejak tanggal diitetapkan [pada 1 Julii 2024] dan dapat diilakukan perubahan seperlunya apabiila diibutuhkan," bunyii diiktum kesepuluh KEP-113/BC/2024. (sap)
