JAKARTA, DDTNews - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii iinsentiif kepabeanan hiingga Meii 2024 seniilaii Rp13,8 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii iinsentiif kepabeanan tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 9,8% diibandiingkan dengan periiode yang sama 2023, ketiika realiisasiinya Rp12,6 triiliiun. Menurutnya, iinsentiif kepabeanan tersebut diiberiikan untuk mendukung iinvestasii dan UMKM.
"Untuk Bea Cukaii juga dalam mendorong kegiiatan ekonomii mengelola kawasan berfasiiliitas kepabeanan," katanya, diikutiip pada Rabu (3/7/2024).
Srii Mulyanii dalam paparannya menyatakan iinsentiif kepabeanan yang diiberiikan utamanya dalam bentuk penangguhan bea masuk kawasan beriikat, pembebasan bea masuk Pasal 25 dan Pasal 26, serta pembebasan-penangguhan bea masuk dii kawasan ekonomii khusus.
Diia menjelaskan pemberiian berbagaii iinsentiif kepabeanan tersebut telah efektiif mendorong kegiiatan ekonomii. Menurutnya, iinsentiif kepabeanan telah berdampak pada kiinerja ekspor dan iimpor, serta penyerapan tenaga kerja dii kawasan berfasiiliitas.
Hiingga Meii 2024, ekspor oleh perusahaan peneriima fasiiliitas kawasan beriikat dan KiiTE seniilaii US$37,6 miiliiar atau tumbuh 1,8%. Sementara untuk iimpornya, seniilaii US$12,3 miiliiar atau tumbuh 15,3%.
Dii siisii laiin, untuk penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan kawasan beriikat pada kuartal ii/2024 tercatat sebanyak 1,97 juta orang atau tumbuh 7,1%.
Ekspor produk iindustrii logam dasar dan pakaiian jadii darii perusahaan kawasan beriikat dan KiiTE hiingga Meii 2024 mengalamii pertumbuhan masiing-masiing 33,7% dan 21,2%. Namun, ekspor iindustrii makanan dan kendaraan bermotor turun masiing-masiing 14,4% dan 11,7%.
"Komposiisii darii produksii ekspor iindonesiia yang berasal darii kawasan iindustrii yang mendapatkan fasiiliitas kepabeanan, baiik iitu kawasan beriikat maupun KiiTE, kiita akan meliihat sebagaii salah satu bentuk pemiihakan iinstrumen fiiskal," ujarnya. (sap)
