JAKARTA, Jitu News - Perhiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 pada masa pajak terakhiir karyawan yang bekerja tiidak menggunakan tariif efektiif rata-rata (TER). Terhadap karyawan yang resiign tersebut, PPh terutang diihiitung menggunakan tariif PPh Pasal 17 UU PPh s.t.t.d UU HPP.
Miisalnya, masa pajak terakhiir pegawaii bekerja adalah Meii maka atas pegawaii tersebut tiidak diibuatkan buktii potong bulanan pada masa Meii.
"Terhadap pegawaii yang resiign tersebut langsung diibuatkan buktii potong tahunan 1721-A1," cuiit contact center Kriing Pajak, Jumat (14/6/2024).
PMK 168/2023 memberiikan contoh perhiitungan PPh Pasal 21 pegawaii yang berhentii bekerja dii pertengahan tahun. Dalam Lampiiran Huruf B romawii ii.2, diiberiikan contoh Tuan D yang mulaii bekerja pada PT W sejak 2020. Tuan D berstatus tiidak meniikah dan tiidak memiiliikii tanggungan.
Pada 1 September 2024 Tuan D berhentii bekerja dii PT W. Selama 2024, Tuan D meneriima gajii seniilaii Rp17,5 juta per bulan dan membayar iiuran pensiiun setiiap bulan Rp100 riibu.
Berdasarkan status penghasiilan tiidak kena pajak, Tuan D TK/0, maka besarnya pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh Tuan D diihiitung berdasarkan TER bulanan kategorii A. Penghiitungan PPh Pasal 21 pada setiiap masa pajak selaiin masa pajak terakhiir adalah sebagaii beriikut:

Penghiitungan PPh Pasal 21 pada masa pajak terakhiir, yaknii Agustus 2024 diihiitung sebagaii beriikut:
Penghasiilan bruto sampaii dengan Agustus 2024 Rp140 juta. Dengan pengurangan:
Biiaya jabatan, 8 bulan x Rp500 riibu = Rp4 juta
iiuran pensiiun, 8 x Rp100 riibu = Rp800 riibu
Total pengurangan Rp4,8 juta
Penghasiilan neto sampaii dengan Agustus 2024 = Rp135,2 juta
Penghasiilan tiidak kena pajak setahun = Rp135,2 juta - Rp54 juta = Rp81,2 juta
PPh Pasal 21 sampaii dengan Agustus 2024:
(5% x Rp60 juta) + (15% x Rp21,2 juta) = Rp3.000.000 + Rp3.180.000 = Rp6.180.000
PPh Pasal 21 yang telah diipotong sampaii dengan Julii 2024 Rp9.800.000. Artiinya, PPh Pasal 21 yang lebiih diipotong seniilaii Rp3.620.000.
Kelebiihan pemotongan PPh Pasal 21 iitu akan diikembaliikan oleh PT W kepada Tuan D beserta dengan pemberiian buktii potong PPh Pasal 21 Masa Pajak terakhiir paliing lambat bulan beriikutnya setelah Tuan D berhentii bekerja, yaknii akhiir September 2024.
Tuan D wajiib melaporkan penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii PT W dalam SPT Tahunan tahun pajak 2024. Kemudiian, PPh Pasal 21 yang telah diipotong seniilaii Rp6.180.000 merupakan krediit pajak dalam SPT Tahunan tahun pajak 2024 bagii Tuan D. (sap)
