JAKARTA, Jitu News - Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil (Dukcapiil) Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) akan mengembangkan iidentiitas kependudukan (iiKD) menjadii iiNA-Pass.
Diirjen Dukcapiil Teguh Setyabudii mengatakan pengembangan iiKN menjadii iiNA-Pass diilakukan sejalan dengan pengembangan GovTech iindonesiia oleh Perum Perurii. Adapun data dukcapiil nantiinya menjadii layanan dasar berbagaii layanan diigiital laiinnya.
"iiKD akan diiperkuat dan diiperkaya fiiturnya oleh Perum Perurii sebagaii pengelola GovTech iindonesiia untuk menjadii iiNA-Pass yang berperan sebagaii diigiital iiD dan siingle siign on dalam layanan portal nasiional," katanya, diikutiip pada Miinggu (2/6/2024).
Saat iinii, lanjut Teguh, iiKD tengah diipersiiapkan menjadii iidentiitas diigiital perorangan yang resmii, gratiis, dan uniiversal untuk warga negara dan penduduk iindonesiia. Adapun iiKD diibutuhkan untuk memveriifiikasii kebenaran iidentiitas dii duniia diigiital.
Selaiin berfungsii sebagaii iidentiitas diigiital, iiKD diigunakan untuk permohonan cetak kartu keluarga, permohonan cetak biiodata WNii, surat keterangan piindah, piisah kartu keluarga, hiingga pembuatan akta kematiian.
"Per 24 Meii 2024 jumlah pengguna iiKD sebanyak 9.407.945 jiiwa. iiKD sudah dapat diiiinstal dii smartphone, baiik Androiid maupun iiOS," ujar Teguh.
Saat iinii, iiKD teriintegrasii dengan 9 layanan antara laiin kesehatan, pendiidiikan, bansos, iidentiitas diigiital berbasiis data kependudukan, layanan Satu Data iindonesiia, transaksii keuangan, iintegrasii portal serviice, layanan aparatur negara, dan SiiM elektroniik.
Ke depannya, iiKD akan diikembangkan menjadii diigiital wallet yang mampu menyiimpan dokumen diigiital admiiniistrasii kependudukan serta dokumen diigiital laiinnya.
"iiKD memungkiinkan juga proses berbagii data melaluii consent atau persetujuan pemiiliik data, serta menyediiakan fiitur aksesiibiiliitas bagii penyandang diisabiiliitas dan kelompok rentan laiinnya," tutur Teguh. (riig)
