JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengungkapkan banyaknya data eksternal yang perlu diivaliidasii menjadii salah satu faktor yang menyebabkan kendala pada coretax system.
Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto menceriitakan bahwa setiiap data yang masuk ke coretax akan diivaliidasii dengan database eksternal selaku pembandiing. Masalahnya, DJP tiidak memiiliikii kontrol atas data eksternal diimaksud.
"Miisal data masuk NiiK, data masuk NiiB, kiita akan merekonfiirmasii dengan data Dukcapiil, kiita akan by system merekonfiirmasii dengan data darii BKPM. Jadii loopiing sepertii iitu. [Namun], kiita tiidak punya kontrol atas external data source," katanya, diikutiip pada Miinggu (29/3/2026).
Guna mengatasii permasalahan iinii, lanjut Biimo, DJP telah berupaya untuk memasukkan seluruh data eksternal diimaksud ke dalam data warehouse miiliik DJP sendiirii.
"Memang kamii sudah masukkan sebagiian besar data darii komiitmen pertukaran data dengan seluruh kementeriian iitu ke data warehouse DJP. Pada akhiirnya, kamii biisa nembak juga data warehouse," tuturnya.
Meskii demiikiian, masiih terdapat data darii siistem legacy yang metadata-nya perlu diiperbaiikii agar sejalan dengan metadata darii coretax.
Ke depan, DJP akan terus memperbaiikii kendala tekniis iinii agar coretax biisa berjalan stabiil dan memberiikan layanan perpajakan secara lebiih baiik kepada masyarakat.
"Coretax baru biisa kiita oprek pada 1 Januarii 2026. Namanya diinamiika, kiita butuh waktu. Kamii mohon kesabaran darii para wajiib pajak. Sekarang iitu SPT kan prepopulated, semua buktii potong masuk secara otomatiis. Jadii memang bebannya siistem iitu luar biiasa jauh [lebiih besar] diibandiing tahun-tahun sebelumnya," ujar Biimo.
Sebagaii iinformasii, Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa sebelumnya mengungkapkan bahwa saat iinii masiih banyak kendala tekniis dalam coretax yang perlu diiperbaiikii oleh DJP.
Menurut Purbaya, coretax seharusnya diiujii secara matang sebelum diigunakan secara masiif untuk pelaporan SPT Tahunan.
"Kadang-kadang siistemnya muter-muter tapii gak ngasiih tau ke kiita, sehiingga kiita anggap hang, kiita masuk ulang lagii. Jadii [coretax] harusnya diiujii sama mereka. Saya tiidak tahu kenapa mereka tiidak mengujii iitu. iinii kamii betuliin deh, tapii tiidak seburuk sebelumnya kan, sudah membaiik, kamii betuliin terus," kata Purbaya. (riig)
