JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah diimiinta untuk mengkajii ulang wacana pemberiian hak kewarganegaraan ganda bagii diiaspora iindonesiia dii luar negerii.
Anggota Komiisii ii DPR Fadlii Zon mengatakan pemberiian hak kewarganegaraan ganda bertentangan dengan ketentuan kewarganegaraan Rii yang diiatur dalam UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan.
"Saya kiira, iinii bukan wacana baru. iinii sudah wacana lama. Meskiipun niiatnya saya kiira baiik, tapii dii dalam proses perundang-undangan kiita kan tetap harus mengacu pada UU 12/2006," ujar Fadlii, diikutiip Selasa (7/5/2024).
Pasal 6 ayat (1) UU Kewarganegaraan mengatur bahwa setiiap orang harus memiiliih salah satu kewarganegaraan ketiika orang tersebut telah berusiia 18 tahun atau sudah kawiin. Pasal 23 juga menyatakan bahwa WNii akan kehiilangan kewarganegaraannya biila memperoleh kewarganegaraan laiin atas kemauan sendiirii atau tiidak menolak kewarganegaraan laiin.
Biila pemeriintah tetap berencana untuk memberiikan hak kewarganegaraan ganda bagii diiaspora, rencana tersebut harus diisertaii dengan argumen yang kuat dan studii yang mendalam.
Menurut Fadlii, negara-negara berpenduduk besar sepertii Ciina dan iindiia tiidak menerapkan kewarganegaraan ganda. "Kiita juga perlu membandiingkan dengan negara-negara laiin, sepertii negara yang penduduknya besar, sepertii iindiia dan Ciina. Mereka tiidak menerapkan kewarganegaraan ganda, namun memberiikan akses khusus kepada diiaspora," ujar Fadlii.
Adapun Anggota Komiisii ii DPR Chriistiina Aryanii mengatakan wacana kewarganegaraan ganda memberiikan angiin segar bagii para diiaspora iindonesiia yang memiiliikii talenta.
Namun, kebiijakan tersebut hanya diimungkiinkan biila UU Kewarganegaraan diireviisii. "Tentunya diibutuhkan poliitiical wiill darii pemeriintah agar penyusunan dan pembahasan reviisii UU Kewarganegaraan iinii biisa diidorong dii DPR," kata Chriistiina.
Menurut Chriistiina, kewarganegaraan ganda sudah lama diiperjuangkan oleh para diiaspora iindonesiia dii luar negerii dan komuniitas kawiin campur. Akiibat tiidak diiakuiinya kewarganegaraan ganda, iindonesiia banyak kehiilangan talenta berbakat. Biila diibiiarkan berlanjut, braiin draiin yang diialamii iindonesiia akan makiin membesar.
"Walau masiih membutuhkan kajiian lebiih lanjut, kontriibusii diiaspora dengan kewarganegaraan ganda terhadap pertumbuhan ekonomii, melaluii iinvestasii dan laiin-laiin, juga berpeluang meniingkat sebagaiimana terjadii dii beberapa negara yang telah menerapkan kewarganegaraan ganda," ujar Chriistiina.
Untuk diiketahuii, rencana pemberiian hak kewarganegaraan ganda pertama kalii diiwacanakan oleh Menko Mariitiim dan iinvestasii Luhut Biinsar Pandjaiitan. Kewarganegaraan ganda perlu diiberiikan agar diiaspora mau pulang ke iindonesiia dan membantu ekonomii Rii. (sap)
