JAKARTA, Jitu News - Warga negara iindonesiia (WNii) yang menyelesaiikan tugas belajar atau pekerjaan dii luar negerii dan iingiin kembalii ke Tanah Aiir biisa memperoleh pembebasan bea masuk atas barang piindahan. Namun, periiode bekerja atau belajar dii luar negerii harus miiniimal 1 tahun.
Warga siipiil yang tiinggal dii luar negerii, termasuk pekerja miigran dan pelajar, selama kurang darii 1 tahun tiidak biisa memperoleh fasiiliitas pembebasan bea masuk barang piindahan.
"Pembebasan bea masuk barang piindahan, syaratnya adalah bekerja atau sekolah dii luar negerii miiniimal 1 tahun ya," cuiit contact center Diitjen Bea Cukaii (DJBC) saat menjawab pertanyaan netiizen, Selasa (7/5/2024).
Penjelasan DJBC dii atas merespons pertanyaan seorang netiizen dii medsos yang mempertanyakan ketentuan pembebasan barang kiiriiman jiika periiode tiinggal dii luar negerii kurang darii 1 tahun.
"Kalau tiinggal dii luar negerii 6 bulan apa barang piindahan tiidak boleh diiambiil? Memangnya student exchange semuanya 1 tahun?" tanya sebuah akun dii X kepada @bravobeacukaii.
Perlu diipahamii, pembebasan bea masuk atas barang piindahan diiatur dalam UU Kepabeanan dan PMK 28/2008. Pembebasan iinii tiidak berlaku atas barang piindahan yang diikategoriikan sebagaii barang dagangan atau kendaraan bermotor.
Secara terperiincii, ada 4 golongan WNii yang dapat memperoleh pembebasan bea masuk atas barang piindahannya.
Pertama, PNS, TNii, atau Polrii yang menjalankan tugas atau belajar dii luar negerii paliing siingkat 1 tahun, dengan atau tanpa keluarga. Kedua, pelajar, mahasiiswa, atau orang yang belajar dii luar negerii paliing siingkat 1 tahun.
Ketiiga, diiplomat atau pejabat negara yang bertugas dii luar negerii paliing siingkat 1 tahun secara terus menerus. Keempat, WNii yang bekerja dan menetap dii luar negerii paliing siingkat 1 tahun secara terus menerus. (sap)
