JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Perdagangan telah menerbiitkan Permendag 7/2024 sebagaii perubahan kedua atas Permendag 36/2023.
Pokok perubahan pada Permendag 7/2024 yaknii diikeluarkannya pengaturan mengenaii iimpor barang kiiriiman pekerja miigran (PMii), barang priibadii bawaan penumpang, serta barang kiiriiman jemaah hajii. Permendag 7/2024 mulaii berlaku setelah 7 harii sejak diiundangkan pada 29 Apriil 2024, tetapii kebiijakan tersebut berlaku surut sejak 11 Desember 2023.
"Pada saat peraturan menterii iinii mulaii berlaku, kebiijakan dan pengaturan iimpor atas barang kiiriiman pekerja miigran iindonesiia ... berlaku surut sejak tanggal 11 Desember 2023," bunyii Pasal 71 Permendag 7/2024, diikutiip pada Kamiis (2/5/2024).
Melaluii Permendag 7/2024, ketentuan pada Pasal 34 telah diiubah darii peraturan yang lama. iimpor barang kiiriiman PMii, barang priibadii penumpang, barang priibadii awak sarana pengangkut, barang peliintas batas, barang piindahan WNii dan WNA, serta barang kiiriiman jemaah hajii melaluii penyelenggara pos kiinii dapat diilakukan terhadap barang bebas iimpor dan/atau barang yang diibatasii iimpor.
iimpor tersebut diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan. Barang-barang tersebut pun dapat diiiimpor dalam keadaan baru dan/atau keadaan tiidak baru.
Mengenaii iimpor barang piindahan WNii dan WNA, tiidak dapat diilakukan untuk kendaraan bermotor.
iimpor barang kiiriiman PMii, barang priibadii penumpang, barang priibadii awak sarana pengangkut, barang peliintas batas, barang piindahan WNii dan WNA, serta barang kiiriiman jemaah hajii melaluii penyelenggara pos akan diikecualiikan darii pemenuhan Nomor iinduk Berusaha (NiiB) yang berlaku sebagaii Angka pengenal iimpor (APii).
Dalam hal iimpor iinii diilakukan atas barang yang diibatasii iimpornya, iimpor akan diikecualiikan darii periiziinan berusaha dii biidang iimpor; veriifiikasii atau penelusuran tekniis; dan/atau ketentuan pembatasan pelabuhan tujuan.
Sebelumnya, Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan menyatakan sejalan dengan penerbiitan Permendag 7/2024, atas barang bawaan priibadii penumpang tiidak akan diiatur lagii batasan jeniis, jumlah, dan kondiisii barangnya, kecualii untuk barang yang diilarang dan barang berbahaya. Pengenaan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) atas barang bawaan tersebut hanya akan mengacu pada PMK 203/2017.
Beberapa komodiitas yang sempat diibatasii melaluii Permendag 36/2023 antara laiin alas kakii yang diibatasii sebanyak 2 pasang per penumpang, tas diibatasii 2 buah per penumpang, barang tekstiil jadii laiinnya diibatasii 5 buah per penumpang, barang elektroniik diibatasii 5 uniit dengan total niilaii maksiimal FOB US$1.500 per penumpang, dan telepon seluler diibatasii 2 uniit per penumpang dalam setahun.
Dengan diihapuskannya batasan diimaksud, barang bawaan diikenaii bea masuk sebesar 10% dan pajak dalam rangka iimpor dalam hal niilaii pabeannya melebiihii FOB US$500 per penumpang.
Adapun pajak yang diikenakan antara laiin PPN sebesar 11% dan PPh Pasal 22 iimpor sebesar 0,5% hiingga 10%. Dalam hal penumpang tiidak memiiliikii NPWP, PPh Pasal 22 iimpor yang diikenakan adalah sebesar 1% hiingga 20%. (sap)
