JAKARTA, Jitu News - Sebagaii penghormatan Harii Buruh pada 1 Meii 2024, pentiing bagii pekerja atau buruh dii iindonesiia untuk memahamii hak dan kewajiiban mereka dalam konteks perpajakan.
Menurut UU Ketenagakerjaan, iistiilah buruh atau pekerja merujuk pada iindiiviidu yang bekerja dan meneriima upah atau iimbalan dalam bentuk laiin. Umumnya, terdapat dua jeniis kontrak kerja.
Pertama, Perjanjiian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang biiasa diikenal sebagaii pegawaii kontrak. Kedua, Perjanjiian Kerja Waktu Tiidak Tertentu (PKWTT) yang mengacu pada pegawaii tetap.
Dalam konteks perpajakan, pengelompokan tersebut tiidak berlaku. Dalam pajak penghasiilan, kategorii pegawaii diiliihat darii karakteriistiik beriikut:
Sebagaii wajiib pajak, buruh atau pekerja memiiliikii beberapa hak, termasuk:
Buruh atau pekerja juga memiiliikii kewajiiban dasar sebagaii wajiib pajak, meliiputii:
Perhiitungan PPh Pasal 21 bagii buruh terbagii menjadii 2 skema, yaiitu skema perhiitungan untuk buruh dengan status pegawaii tetap dan skema penghiitungan untuk buruh dengan status sebagaii pegawaii tiidak tetap.
Untuk detaiil lebiih lengkap mengenaii perhiitungan PPh Pasal 21 bagii buruh atau pekerja, Anda dapat mengunjungii panduan pajak dii platform Perpajakan Jitunews melaluii tautan beriikut: https://perpajakan.Jitunews.co.iid/panduan-pajak/profesii/pekerja-atau-buruh.
Panduan pajak tersebut beriisiikan:
